KABAR PILKADA

Masyarakat Segera Melapor Bila Terasa Ada Gejala Virus Corona !!

PELITAKARAWANG.COM
25/03/20, 15:26 WIB Last Updated 2020-03-25T08:26:37Z

PELITAKARAWANG.COM-.Wabah Covid-19 di Indonesia kian memprihatinkan, per hari Selasa kemarin (24/3) sudah ada 579 masyarakat yang dinyatakan positif corona.Untuk mencegah dan memutus penularan virus mematikan tersebut masyarakat dimohon untuk terus bekerja sama dan disiplin. Antara lain mengikuti seluruh anjuran dan imbauan pemerintah. Selain itu, masyarakat yang memiliki riwayat kunjungan ke daerah terjangkit dan merasakan gejala Covid-19 diminta untuk melaporkan diri kepada pemerintah setempat terutama ke petugas layanan kesehatan.


Pernyataan itu disampaikan pejabat Tempuran melalui surat edaran resmi yang ditandatangi unsur Muspika setempat termasuk pihak MUI dan Puskesmas.

Bahkan camat H.Suwandi sebutkan pihaknya mendorong agar masyarakat mau melaporkan secara dini bila ada gejala yang dirasakan.


H.Suwandi tegaskan pelaporan diri bagi yang berisiko,dilakukan dengan cara memotivasi masyarakat untuk melaporkan diri ke pihak desa atau layanan kesehatan bila pulang dari bepergian dari daerah terjangkit dan mengalami gejala di ODP dan PDP,” katanya.

Dia menegaskan, penting diketahui Covid-19 lebih dominan menyerang saluran napas,salah satunya dalam bentuk infeksi saluran napas atas (ISPA), pneumonia, dan atau kondisi yang lebih berat dari itu. ISPA sendiri biasanya ditandai dengan gejala demam, batuk, pilek, sementara pneumonia ciri-cirinya demam, batuk, dan sesak napas.Untuk menilai kecurigaan ke arah Covid-9, lanjutnya,yaitu bagi pasien dalam pemantauan (PDP).Didapatkan gejala demam, batuk, Dan sesak napas serta memiliki riwayat kontak.“Bagi orang dalam pemantauan (ODP). Biasanya didapatkan gejala demam, batuk, pilek, tidak ada sesak napas. juga yang penting di sini adanya riwayat kontak. Riwayat kontak yang dimaksud adalah riwayat bepergian ke daerah terjangkit, riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi COVID19,” tuturnya.


Kemudian sebutnya, penularan Covid-19 terjadi melalui droplet atau percikan dahak saat batuk, bersin, atau bicara. Kelanjutan dari penularan ini adalah kontak dengan droplet misalnya bicara dengan jarak dekat dan menyentuh droplet atau bersentuhann dengan mata, hidung, atau mulut. Saat ini, ucap dia, penting adanya gerakan masyarakat yang menegaskan pada 2 hal yaitu promotif-pencegahan dan pelaporan diri bagi yang berisiko.

Promotif atau pencegahan terkait Covid-19 sendiri meliputi cuci tangan secara teratur dengan hand sanitizer atu sabun dengan air mengalir, jaga jarak bicara minimal 1-2 meter, melakukan etika batuk atau bersin. Dan social distancing atau meminimalisasi kontak fisik dengan masyarakat yang dilakukan dengan cara melakukan sebagian besar aktivitas harian di rumah.“Pada kondisi mendesak, bisa saja keluar rumah dengan pertimbangan menggunakan masker, cuci tangan sebelum dan setelah keluar rumah, dan bila perlu mengganti pakaian (untuk daerah yang dinyatakan terjangkit),dan terakhir hindari kerumunan orang,” pungkas Camat Tempuran.**

Komentar

Tampilkan

TERBARU LAINNYA

KABAR JAWA BARAT

+