KABAR PILKADA

Paska Banjir, Petani Cilamaya Ngeluh Sawah Kering

PELITAKARAWANG.COM
10/03/20, 15:34 WIB Last Updated 2020-03-10T08:34:35Z
PELITAKARAWANG.COM - Kecamatan Cilamaya Wetan terdampak banjir lima kali dalam dua bulan. Selain pemukiman, banjir akibat intensitas hujan dan luapan sungai itu juga membuat areal pesawahan bak lautan. Namun, hampir sepekan ini, para petani dan pemerintahan desa setempat, mengeluhkan kurangnya air jelang pengolahan lahan pertanian dan persemaian. 

Kata Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Cilamaya Wetan, H Udin Abdul Gani. Para petani saat ini justru sedang mengeluhkan kurangnya air, padahal masa pengolahan tanah dan persemaian sudah di mulai. Atas kejadian itu, pihaknya bersama Camat dan semua Kades berencana "Mapag" air yang ada di Gembongan dan Leuweung Seureuh. "Airnya surut, sekarang lagi pengolahan dan persemaian, tapi airnya gak ada di irigasi. Kita mau pastikan ke pintu air di hulu agar bisa turun ke Cilamaya, " Katanya. 

Menyikapi itu, Kepala PJT II Sektor Telagasari, Dudung mengungkapkan, atas informasi kekurangan air, pihaknya 
sudah meminta tambahan air dari Curug dan Leuweung Seureuh yang hilirnya untuk ke Reangsdenhklok dan Telagasari. Semoga penambahan debit air bisa direalisasikan. "Saya sudah minta tambahan air pak, mudah-mudahan di realisasikan, " Ujarnya. (Rdi)
Komentar

Tampilkan

TERBARU LAINNYA

KABAR JAWA BARAT

+