KABAR PILKADA

Pendaftar Membludak, SMP Berbasis Pesantren di Tempuran Ini Tutup PPDB Lebih Awal

PELITAKARAWANG.COM
15/03/20, 06:50 WIB Last Updated 2020-03-14T23:50:37Z
PELITAKARAWANG.COM- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Islam Fathonul Burhan Tahun Ajaran 2020/2021 yang di buka sejak tanggal 05 Januari, resmi ditutup 8 maret kemarin. Kuota yang diberikan untuk santri baru jenjang SLTP yakni 400 sudah terpenuhi hanya dalam 2 bulan dari sejak pendaftaran dibuka. Lembaga pendidikan berbasis pesantren di Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran ini, semakin diminati para orangtua. Terang saja, selain Kualitas dan fasilitas yang dimiliki Ponpes Baitul Burhan sangat memadai, kemajuan Pendidikan dan Prestasi menjadi tolak ukur orangtua untuk menitipkan anak-anaknya di pondok pesantren ini.


Kepala SMP Islam Fathonul Burham, Ajang Syaeful Khiyar mengatakan Ponpes Baitul Burhan sebetulnya sudah menetapkan kuota sebanyak 300 bagi santri baru SMP dan telah ditutup Februari kemarin. Sayangnya, masih banyak sekali semangat dari para orangtua dan bersungguh-sungguh memepercayakan pihaknya dalam mendidik para putranya di Ponpes Baitul Burhan yang beralamat di Kampung Jarakah ini. Berdasarkan itu, Ponpes Baitul Burhan memutuskan untuk membuka pendaftaran kembali dibulan maret ini hingga akhirnya benar-benar ditutup setelah mencapai 400 santri baru jenjang SMP. "Bagaimanapun Pendaftaran bagi santri salafi (mukim) atau yang tidak bersekolah formal (SMP/MA) tidak pernah dibatasi jumlah kuotanya dan masih dibuka hingga sekarang, " Katanya.

Pendaftaran santri baru TA 2021/2022 khususnya Peserta didik baru SMPI Fathonul Burhan, sebut Ajang, akan kembali dibuka lagi setelah menginjak tahun ajaran baru. Oleh karena itu, persiapan dan informasi mengenai pendaftaran di lembaganya, mohon segera dipersiapkan agar tidak kehabisan kuota. " Dengan semangat, para pendidik SMPI Fathonul Burhan siap memberikan yang terbaik dalam melayani dan mendidik para putra  menjadi generasi yang berakhlakul karimah yang diperlukan dalam mengahadapi era generasi millenial, "Katanya. (Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini