Iklan

Link Banner

KABAR PILKADA

Penerima BPNT Tidak Menerima Beras Saja, Ini Tambahannya !

PELITAKARAWANG.COM
10/03/20, 13:52 WIB Last Updated 2020-03-10T06:52:51Z
PELITAKARAWANG.COM - Selain besarannya naik dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu, penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Karawang, juga tidak hanya menerima bantuan dalam bentuk beras saja, tetapi juga buah-buahan dan sayuran yang mulai di distribusikan pada Maret ini. 

Ketua Forum TKSK Kabupaten Karawang, Leo Fitriana mengungkapkan, selain sudah mulai didistribusikan, BPNT tahun 2020 ini juga lebih banyak yang diturunkan bagi Keluarga Penerima Sasaran (KPM). Selain naik dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu, alokasi dari Kemensos untuk Keluarga Miskin (Gakin) itu, diberikan bukan saja dalam bentuk beras, tetapi juga telur, ayam, kacang hijau dan buah-buahan atau sayur. "Info dilapangan sudah mulai pendistribusian, bukan beras saja tahun ini mah, " Katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Sosial menaikkan bantuan sosial dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 mulai Maret 2020. Kenaikan ini merupakan bagian dari stimulus fiskal untuk mengatasi dampak wabah virus korona.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, Kemensos memperoleh alokasi dana Rp4,56 triliun dari total Rp10,2 triliun dana untuk stimulus fiskal.

"Untuk tambahan sembako Rp50.000 per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) disalurkan besok Maret selama enam bulan," kata Juliari di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/2) Kemarin.

Dana bansos yang masuk dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun ini sudah dinaikkan dari Rp110.000 menjadi Rp150.000 per bulan. Kini, angkanya naik lagi menjadi Rp200.000 meski hanya berlaku sampai Agustus 2020.

"Ini cash program, respons pemerintah untuk menjaga konsumsi di lapisan terbawah tidak terganggu oleh perlambatan ekonomi," kata Juliari.

Jika dalam enam bulan prospek ekonomi sudah membaik, maka dana bansos tersebut akan kembali ke angka Rp150.000 per bulan. Kendati demikian, jumlah tersebut bisa saja diperpanjang sesuai dengan keputusan pemerintah. "Kita lihat dulu prospek ekonominya, bisa jadi kembali turun nominalnya, atau bahkan berlanjut, " Pungkasnya. (Rdi/Iwo)
Komentar

Tampilkan

Terkini