KABAR PILKADA

Untuk Sementara, Travel Diminta tak Buka Pendaftaran Umroh

PELITAKARAWANG.COM
09/03/20, 10:57 WIB Last Updated 2020-03-09T04:04:19Z

PELITAKARAWANG.COM-.Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) diminta untuk tidak membuka pendaftaran umroh selama Pemerintah Arab Saudi belum mencabut penangguhan sementara  umroh. Sudah 12 hari sejak tanggal 27 Februari Pemerintah Saudi menghentikan sementara umroh karena wabah virus corona."Untuk umroh memang kami sempat menyampaikan dan mengimbau kepada seluruh penyelenggara untuk tidak dulu menerima pendaftaran umroh," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim saat memberikan arahan pada kepada jamaah manasik umrah PT Patuna Mekar Jaya, Ahad (8/3).

Karena kata Arfi, bagaimana PPIU mau menerima pendaftaran umroh, sementara Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian kapan umrah dibuka kembali. Untuk itu PPIU diminta menjalankan imbauan Kemenag untuk tidak menerima pendaftaran umrah.

"Bagaimana mau menerima pendaftaran umroh dalam kondisi begini karena tidak ada kepastian tanggalnya," katanya.

Arfi mengatakan, sesuai ketentuan semua PPIU yang menerima pendaftaran umrah harus sudah memiliki kepastian, terutama untuk tiketnya. Misalnya, kata Arfi, ketika PPIU menentukan tanggal 1 April atau satu Mei itu harus sudah ada pembayaran untuk booking tiket ke maskapai.

Untuk itu, dalam kondisi seperti sekarang ini di mana Kerjaan Arab Saudi belum memberikan kepastian kapan umrah akan dibuka, maka Kemenag mengimbau kepada seluruh penyelenggara untuk tidak menerima pendaftaran umroh.

"Karena apa? Karena pertama belum ada kepastian. Kedua ketika nanti akan dibuka tentu yang diprioritaskan yang sudah mendaftar yang kemudian harus diprioritaskan yang harus diutamakan. Maka dari itu jangan menerima dulu pendaftaran," katanya.

Arfi memastikan, jika Pemerintah Arab Saudi belum menyampaikan kapan pastinya umroh akan dibuka kembali, sementara PPIU masih membuka pendaftaran umrah maka PPIU telah menjual janji yang dilarang dalam Agama Islam.

"Kalau ada yang menerima pendaftaran itu menjual janji itu dilarang di dalam agama," katanya.#ihram

Komentar

Tampilkan

TERBARU LAINNYA

KABAR JAWA BARAT

+