Penerima Bansos Jangan Harap Lolos Kartu Prakerja Jokowi,"Mau Lolos Prakerja" Ini Caranya!!!

Penerima Bansos Jangan Harap Lolos Kartu Prakerja Jokowi,"Mau Lolos Prakerja" Ini Caranya!!!

PELITAKARAWANG.COM
Friday, April 17, 2020


Pemerintah menambah kriteria dalam menyeleksi peserta program kartu prakerja. Peserta yang lolos program kartu prakerja, harus dipastikan bahwa mereka bukan masyarakat yang tidak menerima dana bantuan sosial (bansos).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sejak pendaftaran kartu prakerja tahap pertama ditutup hari ini, Kamis (16/4/2020) pukul 16.00 WIB, ada sebanyak 5.965.048 orang yang mendaftar menjadi peserta program prakerja.

Dari 5,96 juta orang yang mendaftar tersebut, pemerintah hanya akan meloloskan 200.000 orang untuk bisa mengikuti pelatihan pada tahap Pertama. Adapun jumlah kuota tahap pertama ini, ditambah 36.000 orang, dari sebelumnya kuota yang ditetapkan sebelumnya, yakni 164.000 peserta.



"Dari pendaftar ini, pemerintah apresiasi antusiasme masyarakat terhadap program kartu Prakerja yang ternyata sangat besar. Kami menerima dari Jabar, sampai dengan Gorontalo. Jadi dari Timur ke Barat termasuk Aceh dan Papua Barat," ujar Airlangga melalui video conference, Kamis (16/4/2020).

Namun, Airlangga mengakui bahwa terjadi penambahan kriteria yang bisa lolos menjadi peserta program prakerja. Dari 3 kriteria sebelumnya, kini ditambah satu kriteria baru yaitu diperuntukkan masyarakat yang belum menerima bansos.

"Pertama verifikasi WNI, usianya di atas 18 tahun, dan tidak sedang bersekolah. Itu diverifikasi dengan data di Kemendikbud. Kemudian tidak sedang menerima program bansos seperti PKH [Program Keluarga Harapan] dan Bantuan Langsung Tunai. Tapi kalau dari keluarga itu anaknya bisa ikut pelatihan," jelas Airlangga.

Menurut Airlangga dari 5,96 juta yang mendaftar kartu prakerja, ada 2,07 juta peserta yang masuk kriteria. Dari situ, pemerintah menyeleksi lagi nama-nama tersebut, dengan mencocokkan dengan data Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Dari 2,07 juta itu dan setelah verifikasi pengecekan data, pemerintah hanya meloloskan 200.000 peserta yang bisa mengikuti pelatihan.

Sekretaris Menteri Perekonomian Susiwijono menerangkan, bahwa penambahan kriteria penyeleksian peserta program prakerja tersebut agar merata untuk semua kalangan. Dan memang tujuan program prakerja adalah sebagai jaring pengaman sosial atau social safety net.

"Memang tidak boleh double-double. Karena prakerja sekarang menjadi jaring pengaman sosial. Di mana itu ada program bansos, PKH, BLT, BPNT, dan sebagainya. Supaya lebih merata," kata Susiwijono kepada CNBC Indonesia melalui via telepon.

Pasalnya kata Susiwijono, masyarakat penerima bansos di Indonesia saja sudah mencapai 15,2 juta penerima manfaat. Oleh karena itu, menurut dia rasanya tidak adil apabila ada masyarakat yang sudah menerima bansos, tapi mengikuti juga program prakerja.

"Masyarakat yang terdampak covid-19 ini kan puluhan juta. Kalau sudah ada 15,2 juta masyarakat dapat bansos, yang lainnya para pelaku usaha dan sebagainya itu dapat prakerja. Supaya adil," ucapnya.

Kendati demikian, Susiwijono juga menjamin, apabila ada masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori penerima bansos, tetap bisa mendapatkan pelatihan program prakerja. Namun dia tidak merinci apa saja yang akan jadi penilaian pemerintah.

"Pasti dapat [masyarakat bukan penerima bansos] ikut pelatihan prakerja. Bisa," kata Susiwijono.

Sebelumnya Pemerintah telah menutup pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang pertama. Banyak yang bertanya bagaimana syarat lolos admininistasi Kartu Prakerja.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky mengatakan, peserta Kartu Pra Kerja yang bisa menerima pelatihan adalah mereka yang sudah lolos verifikasi dan test kompetensi di situs prakerja.go.id.

Selain itu, manajemen juga akan mengecek database kependudukan di Kementerian Dalam Negeri Data pokok Kependudukan di Kementerian Dalam Negeri dan pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Proses verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan peserta sedang tidak menempuh pendidikan sekolah atau kuliah, dan belum pernah menerima bantuan sosial (bansos).

"Semuanya harus sudah lulus dulu, verifikasi, test kompetensi, dari segi umur, sekolah, dan lain-lain. Kemudian, kita lihat apakah dia didata oleh Kementerian. Kalau terdata, maka didahulukan sebagai pekerja atau pelaku usaha yang terdampak covid-19," jelas Panji, Rabu (15/4/2020).

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pada gelombang pertama ini adalah penambahan kriteria baru untuk bisa lolos menjadi pekerja program Kartu Prakerja. Dari 3 kriteria sebelumnya, kini ditambah satu kriteria baru yaitu diperuntukan masyarakat yang belum menerima bansos.

"Pertama verifikasi WNI, usianya di atas 18 tahun, dan tidak sedang bersekolah. Itu diverifikasi dengan data di Kemendikbud. Kemudian tidak sedang menerima program bansos seperit PKH [Program Keluarga Harapan] dan Bantuan Langsung Tunai. Tapi kalau dari keluarga itu anaknya bisa ikut pelatihan," jelas Airlangga.

Sekretaris Menteri Perekonomian Susiwijono menerangkan, bahwa penambahan kriteria penyeleksian peserta program prakerja tersebut agar merata untuk semua kalangan. Dan memang tujuan program prakerja adalah sebagai jaring pengaman sosial atau social safety net.

"Memang tidak boleh double-double. Karena prakerja sekarang menjadi jaring pengaman sosial. Di mana itu ada program bansos, PKH, BLT, BPNT, dan sebagainya. Supaya lebih merata," kata Susiwijono.

Hingga penutupan pendaftaran gelombang pertama kemarin, terdapat 5.965.048 user yang mendaftar program Kartu Prakerja melalui situs Prakerja.go.id. Ada 2,07 juta peserta yang masuk kriteria.

Dari situ,tulis CNBC,pemerintah menyeleksi lagi nama-nama tersebut, dengan mencocokkan dengan data Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial. Dan hanya 200.000 user yang akan dipilih sebagai penerima Kartu Prakerja dan ikut pelatihan.**red