Notification

×

Iklan

Iklan

Bareng Pejabat Dinsos, Kepala Kantor Pos Karawang Sambangi Ahli Waris Penerima Bansos Ciwaringin

Wednesday, May 06, 2020 | Wednesday, May 06, 2020 WIB
Sempat viral karena bantuan sosial (Bansos) yang disitribusikan Pos salah alamat di Desa Ciwaringin Kecamatan Lemahabang, Kepala Kantor Pos Cabang Karawang gerak cepat mengunjungi kediaman keluarga almarhum Bapak Hadi di Dusun Selang II RT 16/04 pada Rabu (6/5). Di dampingi  TKSK, Kabid Dayasos Dinas Sosial dan Kepala Desa, Pemkab Karawang memastikan bahwa anak dari Almarhum Hadi, saudara Heryanto ternyata adalah penerima manfaat Bantuan Pangan Non 
Tunai (BPNT) reguler, sementara pake sembako dan uang tunai yang sebelumnya terdistribusi pada atas nama Hadi di RT/RW yang sama, di pastikan sudah ditarik kembali pihak Kantor Pos. 

"Dari hasil kunjungan ke rumah Pak Hadi (Alm) bertemu dengan anaknya Sdr. Heriyanto, ternyata penerima manfaat BPNT. Sehingga paket sembakonya yang sebelumnya akan di berikan, ditarik kembali ke Kantopos Karawang Alun-Alun, " Kata Kepala Kantor Pos Cabang Karawang, Meilia Risna kepada pelitakarawang.com Rabu (6/4)

Hal tersebut, sambungnya, dibuktikan dengan Surat Keterangan Desa Ciwaringin Nomor 470/325/Des/20 tanggal 6 Mei 2020 bahwa Heryanto terdaftar dalam Penerima BPNT reguler. Atas pemberian pemahaman itu secara langsung kepada ahli waris, sdt Heryanto memahami ketentuan tersebut.

Dan akhirnya paket bantuan sosial Pemerintah Propinsi Jabar berupa paket dalam bentuk box, 2 ikat telur dan uang tunai Rp150.000, ini dibawa kembali untuk dikembalikan ke Propinsi Jabar. "Maka untuk penggantian KPM, pihak kantor pos tidak bisa seketika menggantikan untuk warga lain,dan mempersilahkan desa menempuh prosedur yang berlaku dalam penggantian KPM tersebut, " Pesannya.

Kabid Dayasos Dinas Sosial Karawang, Danilaga mengatakan, pihak-pihak yang telah menerima manfaat PKH dan BPNT tidak berhak untuk mendapatkan bantuan lain, baik dari Gubernur dan Pusat. Tujuannya untuk pemerataan penerima manfaat. Bansos BanGub ini sebenarnya adalah hak orangtua Heryanto, tidak bisa serta Merta di berikan kepada ahli waris, terlebih Heryanto juga masuk dalam daftaran BPNT yang pencairannya setiap bulan. Sehingga, tidak boleh data satu dengan yang lainnya dobel antara pusat dan daerah, karena nanti Dinas Sosial juga yang akan di tegur. "Mulanya memang akan diberikan ke Pak Hadi yang KPM BanGub ini, tapi beliau sudah wafat dan tidak mungkin di berikan kepada ahli warisnya yang juga sudah dapat BPNT, " Katanya. 


Kades Ciwaringin, Hj Ocih mengatakan, keluhan dan kritikannya cukup puas, karena mendapat respon dari Dinsos dan Kepala Kantor Pos Cabang Karawang. Selain ia yang sebelumnya menyambangi kantor Pos untuk koordinasi soal distribusi sebelumnya, pihak pos melakukan kunjungan balasan langsung kepada KPM almarhum Hadi.  Semuanya sudah Clear, karena Bansos ini tidak memungkinkan di terima ahli waris, sehingga harus di tarik lagi ke Provinsi, karena anaknya, Heryanto adalah KPM reguler di BPNT. Ia memohon maaf dan menghaturkan terimakasih kepada Kepala Kantor Pos Cabang Karawang, TKSK dan Dinas Sosial yang sudah respon cepat untuk masyarakatnya setelah menuai banyak keluhan. Dengan demikian, diharapkan semua pihak bisa lebih detail dan teliti lagi, baik soal data maupun distribusi bantuannya. "Sudah clear, Alhamdulillah terimakasih atas respon cepat pihak Pos dan Dinsos bersama TKSK, "ujarnya.

Ditempat yang sama, Heryanto mengaku faham setelah diberi penjelasan pihak Pemkab dan Pos Cabang Karawang. Seharusnya, memang ayahnya mendapatkan BanGub, tapi karena sudah meninggal dunia, bantuan paket itu tidak bisa diterimanya, karena ia sendiri memang masuk daftaran di BPNT. "Kami faham dan ingin tetap mendapatkan BPNT, dan Bansos Gubernur ini adalah hak ayah saya yang tidak bisa saya terima, karena tidak sesuai data yang ada, " Pungkasnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update