Notification

×

Iklan

Iklan

Corona RI ,7 Mei :12.776 Positip Terjangkit dan Sembuh 2.381 Orang

| Thursday, May 07, 2020 WIB Last Updated 2020-05-07T09:08:57Z
Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia Kamis (7/5) secara kumulatif mencapai 12.776 pasien, sementara jumlah pasien meninggal berjumlah 930 orang, dan pasien sembuh mencapai 2.381 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan angka tersebut merupakan data hingga hari ini per pukul 12.00 WIB.

"Total kasus positif menjadi 12.776 orang," kata Yurianto, Kamis (7/5).

Kasus penyebaran virus corona masih menunjukkan grafik naik. Sehari sebelumnya, jumlah pasien positif corona per Rabu (6/5) mencapai 12.438 orang, sementara jumlah pasien meninggal berjumlah 895 dan pasien sembuh 2.317 orang.

Berdasarkan data gugus tugas, per hari ini dibanding kemarin jumlah kasus positif itu bertambah 338, yang sembuh bertambah 64, dan yang meninggal bertambah 35. Kini penyebaran kasus corona yang sudah ada di 34 provinsi itu berada di 354 kabupaten/kota atau bertambah 4 daerah lagi dibandingkan sebelumnya.

Meskipun demikian, Yuri optimistis kasus Covid-19 mulai bisa dikendalikan. Menurutnya, kunci pengendalian Covid-19 adalah kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan.

"Gunakan masker, gunakan masker saat keluar dari rumah. Batasi waktunya jika harus keluar dari rumah. Hindari kerumunan. Hindari berdesak-desakkan di kendaraan umum, yang penuh sesak," kata Yuri yang juga meminta setelah sampai di rumah agar secepatnya membersihkan diri sebelum bersinggungan dengan anggota keluarga lain.

Pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun. Namun demikian, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif.
"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis, 7 Mei 2020.
Menurut Presiden, kita beruntung karena sejak awal pemerintah memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, bukan karantina wilayah atau lockdown. Seperti diketahui, PSBB adalah pembatasan kegiatan di tempat umum atau di fasilitas umum dalam bentuk pembatasan jumlah orang dan pengaturan jarak antarorang. 
"Artinya, dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi memang dibatasi. Masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar," imbuhnya.
"Saya melihat di beberapa daerah dari informasi yang saya terima, jalannya sepi tetapi di kampungnya masih berkerumun ramai, di kampungnya masih banyak yang bergerombol ramai. Padahal interaksi fisik itu harus dikurangi, harus jaga jarak, harus bermasker, harus sering cuci tangan sehabis kegiatan," lanjutnya.
Upaya tersebut harus terus dilakukan untuk menghambat penyebaran Covid-19. Tetapi, Kepala Negara juga ingin agar roda perekonomian tetap berjalan. Untuk itu, masyarakat masih bisa beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.
"Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti dengan disiplin protokol kesehatan. Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan. Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga, serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur," tandasnya.
×
Berita Terbaru Update