Jabar Melanjutkan PSBB Tahap Dua Secara Proporsional "Utama Zona Merah"

Jabar Melanjutkan PSBB Tahap Dua Secara Proporsional "Utama Zona Merah"

PELITAKARAWANG.COM
Tuesday, May 19, 2020

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) skala Jabar. Namun PSBB tahap kedua ini dilakukan secara proporsional, di mana hanya zona merah yang akan diberlakukan PSBB.(19/5/2020).

Gubernur sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabarmengatakan keputusan itu merujuk hasil evaluasi PSBB Jabar yang berlangsung mulai Rabu 6 Mei 2020 lalu dan akan berakhir pada Rabu 20 Mei mendatang.

"(PSBB) tidak lagi berbasis maksimal di 27 kabupaten/kota, tapi akan menjadi PSBB Provinsi dengan proporsional di mana yang masih Zona Merah itu (PSBB) akan dilanjutkan," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (18/5/2020).

Hasil evaluasi menunjukkan, masih ada sekitar 50 persen daerah yang berada di Zona Merah. Sisanya, daerah yang termasuk dalam Zona Kuning dan Zona Biru.

Karawang Termasuk Zona Merah Penyebaran Corona,PSBB Lanjut atau Dihentikan,Ini Penjelasannya

"(PSBB Jabar) sudah mau 14 hari (selesai). 50 persen (daerah) masih Zona Merah, 30 persen sudah membaik menjadi Zona Kuning, dan ada sekitar empat daerah menjadi Zona Biru. Ini akan diputuskan Rabu (20 Mei 2020), PSBB skala provinsi akan dilanjutkan dengan skala proporsional," ujar Kang Emil.


Lebih lanjut ia memaparkan PSBB Jabar tahap pertama cukup berhasil menekan COVID-19, di mana jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 turun hingga 50 persen, penurunan jumlah pasien di rumah sakit hingga 50 persen. Saat ini menurutnya hanya 30 persen total kapasitas kasur di Jabar yang dipakai merawat pasien.

"Semua angka-angka yang ada di Jawa Barat membaik secara signifikan. Biasanya dari sisi jumlah kasus kita (Jabar) selalu nomor dua setelah DKI (Jakarta), sudah seminggu ini kita tidak lagi di nomor dua," tutur Kang Emil.

Sementara itu untuk prosentase jumlah kasus secara nasional, lanjut dia, Jabar di ranking 23 dari 34 provinsi. "Jadi untuk provinsi dengan jumlah penduduk yang terbesar se-Indonesia, menempati persentase di urutan 23, ini adalah keberhasilan dari semua tim di Gugus Tugas dalam menekan COVID-19," ucapnya.

Hingga Senin (18/5/2020) pukul 16.57 WIB, jumlah pasien positif di Jabar sebanyak 1.677 orang, 397 Sembuh dan 123 Orang Meninggal.

Untuk ODP total 46.229 orang lalu dalam pemantuan 6.545 dan PDP total 7.479 orang lalu dalam proses pengawasan sebanyak 2.506 orang.**ts