Waralaba ASEAN Mulai Buka Suplay Rajungan Pasirputih Karawang

Waralaba ASEAN Mulai Buka Suplay Rajungan Pasirputih Karawang

PELITAKARAWANG.COM
Friday, May 15, 2020

Sejak wabah Covid-19 berlangsung, sejumlah waralaba di Malaysia dan Singapura mulai melonggarkan lagi rajungan asal Pasirputih Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon, di buka. Meskipun harga masih belum stabil karena masih di kisaran Rp40 - 50 ribuan perkilogram, rajungan spesifikasi terbaik di Indonesia ini, berangsur normal hingga pasar Negeri Paman Sam Amerika Serikat. 

Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasirputih, Yusuf Ismail mengatakan, harga normal rajungan adalah di kisaran Rp75 ribu perkilogram. Namun, selama sebulan lebih, rajungan hasil melaut di perairan laut Jawa, Kalimantan dan Sumatera tersebut, masih di banderol Rp40-50 ribu perkilogramnya. Itu, karena sejumlah negara yang menerapkan Lockdown dan masa pencegahan Covid-19, sehingga suplay ekspor menurun drastis hingga mengalami kerugian milyaran rupiah. Bayangkan saja, sambung pria yang akrab di sapa Gacok ini, sekali melaut 12 hari, nelayan harus di bekali biaya Rp30 jutaan, baik es balok, solar, panganan dan lainnya, kalau di banderol harga rendah, nelayan hanya dapat kembali modal saja. "Malaysia dan Singapura waralabanya sudah mulai buka lagi, mereka sedang ngetrend sajian asparagus, jadi banyak di minati, " Katanya. 

Lebih jauh Yusuf menambahkan, hasil tangkapan yang mencapai 1 ton, kalau di hargai Rp75 ribu perkilogramnya, bisa tembus Rp75 jutaan, sementara kalau di banderol harga Rp35 - 40 ribu, nelayan hanya kembali modal melaut saja. Akibat penurunan harga dan wabah covid-19 yang entah sampai kapan berakhirnya, pihak TPI menyetop sementara retribusi para nelayan. " kalau modal melaut Rp30 juta, harganya Rp30 ribu/kg, dapat 1 ton hanya balik modal, makannya ia harapkan wabah segera berakhir dan harga bisa kembali normal di kisaran Rp75 ribu perkilogramnya, " Katanya. (Rd)