Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan

MARI BELAJAR MENGHARGAI DIRI ORANG LAIN

Redaksi
Sunday, July 25, 2010, 04:08 WIB Last Updated 2010-07-24T21:16:34Z

PELITA KARAWANG ON LINE-.Perkembangan visi hidup kita, bisa lebih lancar berjalan dalam alurnya, jika kita menghargai kekuatan jiwa setiap manusia, perkembangan kekuatan ini dalam arti “pengalaman dari dalam dirilah, yang memberikan penghargaan”. Ini mengenai emosional yang kuat terhadap kehidupan itu sendiri.

Sumber dari inspirasi perkembangan visi hidup yang demikian, bisa berasal dari sosial lingkungan, di mana hal ini mencakup mengenai persahabatan, cinta kasih, perhatian, perasaan terlibat pada orang lain dan orang lain juga begitu pada kita.

Proses perubahan visi, harus melibatkan semua unsur.Mau buat perubahan.? YA harus semua berubah, tidak bisa hanya menuntut orang lain berubah, semnetara diri sendiri anteng (tenang) dalam kubangan ego merasa benar versi diri sendiri.! Memang orang lain juga bisa sebagai sumber dari inspirasi tentang hal ini, karena mereka membuat sesuatu bersama kita. Emosional dan sosial digerakan, bukan hanya ingat kebahagiaan sendiri, tetapi juga kesejahteraan orang lain dan merasa bertanggung jawab karenanya.

Penting sekali, kita punya sikap terbuka terhadap diri sendiri, berani keluar dari lingkaran yang menyesatkan baik segi pikiran, ataupun segi strategi. Keberanian mengambil keputusan yang tepat, cepat dan teliti sebelum memutuskan, merupakan kunci keberhasilan.

Cuaca apa pun yang datang, perlu kejiwaan yang fleksibilitas. Karena, semua arah yang kita tempuh ke masa depan, akan terus bergerak dan berubah.

Sumber inspirasi perubahan, itu artinya berusaha keras ke humanisme di mana semua orang merasa diterima untuk mengubah dan diubah. Ambisi kesuksesan visi perubahan itu, sumber dari emosi-emosi terdalam, cukup intens untuk agresif atau fals yang datang dari pojok hati kita.

Bukan Mitos

Posisi tinggi yang dijabat seseorang, tidak selamanya menjadi ukuran kesuksesan, sebab terkadang, posisi yang didapat bukan merupakan cerminan dari prestasi yang ditapaki dari anak tangga perjuangan. Banyak orang yang menduduki posisi penting sebagai pimpinan, tak lebih karena dia sebagai pemegang kekuasaan.

Seseorang bisa mencapai kesuksesan, dengan mempunyai kemauan belajar yang kuat dan mempunyai motivasi hidup yang kuat, mempunyai visi untuk masa depan yang dipandang dengan optimistis, serta mampu menerima kegagalan sebagai pembelajaran untuk menuju sukses. Mampu memanfaatkan setiap peluang yang tersedia, maka kesuksesan bukanlah mitos belaka.

Sukses bisa diperoleh dari konsekuensi perbuatan positif, yang merupakan pengolahan diri seseorang, di mana orang tersebut terus-menerus mengembangkan kelebihan dirinya, secara positif yang bisa memancar keluar. Hal ini membuat orang lain bisa merasakannya, dan jika ini terjadi, tidak tertutup kemungkinan, orang di sekleiling kita menjadi pengemar/pengikut yang fanatik, dan mampu menyumbangkan kekuatan jiwanya untuk sukses bersama.

Banyak orang terjebak dalam kebanggaan perolehan titel, padahal pengalaman di lapangan merupakan pembelajaran yang lebih kuat dan lebih bermakna, dari teori-teori di bangku kuliah. Asam garam kehidupan lapangan menjadi movitasi dan cara belajar yang paling bagus untuk sese- orang bisa menjadi pemimpin, jika dia mau mempelajari kenapa mendapat kegagalan, dan bagaimana belajar dari orang lain yang sudah atau bisa mencapai kesuksesan.

Kesuksesan dapat terjadi, jika kita dapat menghargai setiap jiwa manusia yang bekerja sama dengan kita, ketika kita siap berpartisipasi untuk memberi dan menerima, ketika masing-masing berperan sebagai guru sekaligus murid bagi yang lain. Program semacam ini sebaiknya dikembangkan secara terencana, dalam setiap langkah sikap kita.

Kunci sukses bisnis paling asasi, sebetulnya bagaimana memanusiakan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki perusahaan.

Memanusiakan SDM berarti memenuhi hak-hak mereka, karena sejatinya sebuah organisasi bisnis mestilah berorientasi pada manusia. Jika sekelompok manusia hanya berkutat sebagai AKU yang paling……….. baik, benar, hebat. maka organisasi itu akan hancur dengan banyak susunan batu pondasinya yang bertebaran sendiri-sendiri.

Untuk itu, jika mau mendirikan organisasi dari sekelompok manusia diperlukan “Saling percaya dan saling menghargai, sebagai buah dimilikinya integritas tinggi manusia yang terlibat di dalamnya” , lhaaaaaaaaaaaa hewan aja punya naluri untuk berkelompok dengan setia dan saling menghargai, kenapa manusia selalu sok jago sendiri.?(bingung : mode : ON)Salam bahagia untuk semua.!semoga ini bermanfaat.Kebahagiaan itu bisa ditularkan jika jiwa kita sendiri bahagia, jangan bilang mau membahagiakan orang lain, jika kita sendiri merana.!//http://www.suarapembaruan.com/News/2008/09/07/Psikolog/psi01.htm
Komentar

Tampilkan

  • MARI BELAJAR MENGHARGAI DIRI ORANG LAIN
  • 0

Terkini