Notification

×


Iklan

Perempuan Korban Kekerasan "Politik Modren"

Sunday, January 05, 2014 | 00:34 WIB Last Updated 2014-01-04T18:56:35Z
Karawang-.PELITAKARAWANG.COM.-.Adanya aturan 30 persen kuota perempuan dalam Pileg mendatang adalah sesuatu yang perlu di pertanyakan ulang untuk repleksinya.menurut info yang di dapat himpun di duga para Caleg perempuan hanya sebagai pelengkap dan dimanfatkan oleh oknum-oknum dalam partai itu sendiri.(04/01/2014).


Suleman menyebutkan adanya caleg perempuan yang dikatakan wajib 30 persen kuota nyatanya hanya sebuah drama politik saja.Ia menilai adanya celag perempuan dengan kuota itu dipaksakan malah hanya merusak citra politik malah di duga bisa merugikan mereka yang dipaksakan masuk menjadi Caleg.

Tidak sedikit di Karawang,Caleg perempuan ujug-ujug datang tanpa di lihat.kemampuan dan kompotensinya, tidak sedikit dari mereka belum memiliki kartu tanda anggota (KTA) ,jikapun  ada bersifat dadakan.pasca lolos atau keluarnya DCT ,mereka terkadang di biarkan berjalan tanpa arah yang akhirnya karena tidak tahu peta politik dan minimnya tentang pendidikan politik dan etikanya,caleg tertentu saling berbenturan sama lain.wajar dan sangat beralasan jika berusaha untuk meraih suara di pileg tapi kalau sudah saling serang dengan membuka aib masing-masing caleg, itu ceritanya jadi lain,tandas Suleman.

Caleg perempuan unsur pemenuhan kuota sebenarnya sangat potensi untuk pengembangan dan kemajuan partai bersangkutan di kemudian hari,regenerasi partai sangat perlu.seharus sejak mereka di rekut semestinya oleh parati bersangkutan ada pembinaan berlanjut dan berkesinambungan untuk rasa memiliki dan mencintai partai bukan hanya saat menjadi caleg.

Kenyataan ini bukan hanya terjadi Kabupaten Karawang namun secara nasional,maka dampak politik loncat partai akan menjadi tradisi kedepan dan dimungkinkan para perempuan yang direkut untuk pemenuhan kouta  akan menjadi pelakunya jika mereka gagal.

Khusus Karawang,saya berani menduga"kursi dewan untuk perempuan tidak akan jauh berubah",perempuan hanya korban kekerasan politik modren,ini tantangan maka para perempuan yang ikut menjadi caleg harus bisa membuktikan bukan malas-malasan,tunjukan kemampuan dan jawablah kesempatan gender sesuai harapan semua pihak,harap Suleman.


Kalau mau adil,lanjutnya.Penerpan gender "pemenuhan 30 kuota di Pileg kedepan" pemilihan caleg perempuan di adakan secara terpisah dari pria .Biarkan kuota perempuan secara terpisah untuk percepatan 30 persen dengan teruji di kelas terlebih dahulu jangan langsung di adu strategi dengan senior,namanya juga politik pasti ada sensasi,terobosan ,hal tak terduga atau apapun bisa terjadi,pungkas Suleaman yang tinggal di Kecamatan Jayakerta. (OO).

@Redaksi 2013 Email : pelitakarawang@gmail.com
×
Berita Terbaru Update