Notification

×


Iklan

Caleg Perempuan Pelengkap Penderitaan

Friday, March 07, 2014 | 10:20 WIB Last Updated 2014-03-07T03:24:51Z
KARAWANG-.PELITA KARAWANG.- Pengamat Politik Karawang Abysa menilai pelibatan sejumlah calon legislatif (caleg) perempuan oleh partai politik peserta pemilu 2014 masih sebatas pemenuhan kuota dan sangat formalistis atau hanya pelengkap penderitaan.

ilustrasi
"Partai politik belum serius melibatkan perempuan yang berkualitas untuk ditempatkan sebagai calon legilatif pada Pileg (pemilihan legislatif--red) 9 April mendatang,".


Kepesertaan perempuan sebagai caleg dalam ajang pemilu legislatif menurut survei naik menjadi 18 persen, dari sebelumnya pada Pemilu 2009 hanya sembilan persen.

Ia ungkapkan, partai politik belum menempatkan porsi perempuan sebagai entitas yang sama dalam politik praktis, sehingga tidak memberikan ruang yang cukup bagi kaum perempuan untuk terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dari konteks kepesertaan dalam caleg, masih sekadar memanfaatkan "perintah" aturan untuk kepentingan pemenuhan kuota. 

Partai politik belum jujur dan sulit mungkin kalau jujur,sebisa mungkin seharusnya bisa melibatkan perempuan sebagai figur yang bisa diandalkan jangan asal seperti sekarang,karena hasil kuota bisa selaku penyambung aspirasi dan kebutuhan masyarakat di lembaga legislatif nantinya.

Dari keseluruhan calon legislatif perempuan yang dilibatkan partai politik peserta pemilu 2014, hanya sekitar 10 persen calon legislatif perempuan yang memiliki kemampuan yang mumpuni, untuk bersaing dan akan menjadi wakil rakyat berkualitas. 

"Selebihnya caleg yang tak punya kualitas dan hanya sekadar penuhi kuota sebagaimana yang sudah diatur dalam ketentuan," Mau tak mau pileg 2014 masih di bawah standarisasi yang diharapkan,katanya.

Indikator dibawah standar bisa di lihat dari 30 hari terakhir jelang Pileg,siapa saja caleg perempuan yang serius dengan sisa waktu yang ada buat sosialisasi dirinya atau terpakau karena kalah sebelum bertarung,tandas dia.

Dan hasil. Kajian sementara lanjut dia,akibat adanya aturan baru yaitu tanpa foto caleg dalam pileg mendatang,diperkirakan tingkat kesalahan akan tinggi.hal tersebut akibat masih banyak para pemilih SDMnya  rendah dan kurangnya sosilaisasi oleh KPU dan  para caleg,bagaimana mencoblos.buta hurup diperkirakan akan menimbulkan  human eror yang cukup tinggi dan merugikan para caleg unggulan yang  berbasis kekuatan di pedesan,tandas dia..(Joker). 

@Redaksi 2014 Email : pelitakarawang@gmail.com
×
Berita Terbaru Update