Notification

×


Iklan

Emay Ahmad Maehi:Jangan Berkhianat,Intimidasi & Diskriminatif Kepada HAM

Wednesday, October 21, 2015 | 15:54 WIB Last Updated 2015-10-21T08:58:55Z

KARAWANG-PEKA-.Koordinator Relawan pasangan calon (paslon) H Akhmad Marjuki (HAM)-Dedy S Gumilar (Miing), Emay Ahmad Maehi, meminta kepada jama'ah Nahdliyin Karawang untuk berkomitmen,  teguh dan solid dalam menghantarkan Marjuki-Miing menjadi kepala daerah Karawang periode mendatang.Hal itu disebabkan, keberadaan NU di negara RI lebiah awal dari  kemerdekaan RI itu sendiri. Terlebih lagi, eksistensi kemerdekaan RI juga bwtkat sumbangsih dan peran ulama NU dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia. 

"Kita,  warga NU tidak pernah indekos di negeri yang bernama Indonesia, karena NU lebih dulu ada dari pada Indonesia. Jadi, kalau, ada warga NU ingin jadi ketua RT, Lurah, Bupati sampai Presiden, tentu hal yang wajar. Jadi gak boleh ada yang melarang. Karena NU pemilik sah negeri ini," katanya saat silaturrahmi dan kunjungan PCNU Karawang di MWC NU Telagasari, Rabu (21/10).

Ditambahkan Emay, banyaknya dukungan kepada HAM tentu dengan berbagai alasan. Dan yang paling mendasar, sebagai warga Nahdliyin yang inklusif dan toleran, kita mendukung HAM tentu berdasar kecintaan kita untuk menghargai hak yang sama bagi warga negara. "Kita harus dukung penuh Haji Marjuki, karena telah tercipta pola pikir diskriminatif terhadap Pak Haji Marjuki. Hanya karena tidak lahir di Karawang selalu saja beliau disudutkan. Padahal itu urusan takdir yang dipolitisir," tambahnya.

Emay juga memotivasi seluruh jajaran pengurus NU untuk lebih dewasa dalam berpolitik. Kedewasaan itu, kata dia, dilakukan dengan menciptakan kondusifitas di Pilkada Karawang. Gerakan politik memangkan Marjuki-Miing, sambungnya, jangan sampai dilakukan dengan bentuk-bentuk intimidasi. Tetapi, harus dilakukan dengan santun dan cara-cara yang persuasif dengan diawali dari lingkungan keluarga masing-masing.

"Ciptakan Karawang dengan kedewasaan. Ajaklah orang-orang terdekat mulai dari keluarga, tetangga dan rekan sejawat untuk bersama-sama memilih dan mencoblos nomor dua," tandas mantan Ketua KPU Karawang sembari mengangkat salam dua jari.

Ditegaskan pula oleh Emay, dalam perjuangan politik, kesetiaan merupakan faktor penting. Tanpa adanya kesetiaan dan keikhlasan, kata mantan Ketua GP Ansor ini,  tentu berimplikasi munculnya pencideraan dan kekecewaan. "Jadi, kalau memang masih ada yang tidak tulus mendukung dan memilih HAM sebagai bupati, lebih baik mundur dari sekarang.Karena yang paling menyakitkan dalam hidup adalah pengkhianatan," kata dia lagi.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua PCNU, Encep Nana. Dengan paparan sejarah peran NU dalam proses pergerakan perjuangan kemerdekaan RI, tentu sangat wajar kalau warga NU memegang jabatan di pemerintahan.
"Sejarah kemerdekaan, revolusi dan mempertahankan NKRI tidak terlepas dengan perjuagan ulama dan kiai NU. Atas dasar restu kiai dan permintaan sahabat akhirnya kita mendorong pak Haji Marjuki maju Pilkada. Pemerintahan ini butuh orang yang bisa ngurus dengan benar," tuturnya.

Dirinya juga memaparkan sumbangsih HAM di organisasi NU. HAM yang sebelum menjadi ketua PCNU sebagai bendahara, kata dia telah berkontribusi besar terhadap pengembangan NU. "Untuk itu demi kejayaan NU dan masyarakat Karawang, mari bersama memilih dan memenangkan paslon Marjuki-Miing menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karawang," tegasnya.

Di kesempatan itu pula, Encep Nana juga menantang hadirin untuk berkompetisi dalam meraup perolehan suara bagi Marjuki-Miing dalam pemungutan suara Pilkada 9 Desember mendatang. Dirinya yang bersomisili di wilayah Kecamatan Tempuran mengaku optimis bisa mengungguli kecamatan lain dalam prosentase suaranya.

"Mari kita buktikan, siapa yang bersungguh-sungguh bekerja dalam memenangkan Pak Haji Marjuki. Saya tantang semuanya untuk bersaing dengan perolehan di daerah Kami, Tempuran. Ayo kita buktikan," tantangnya disambut aplaus para hadirin.
Dalam kesempatan itu, calon bupati HAM mengharapkan agar warga nahdliyin dan warga Karawang untuk mempergunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai, kata dia, menyia-nyiakan kesempatan untuk membangun Karawang tercinta lebih baik dengan memilih calon pemimpin Karawang yang terbaik. "Semua calon baik. Tentu ada yag paling baik, yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat dan juga pengembangan dan kemajuan untuk Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

Kehadiran cabup HAM di acara ini bagi warga nahdliyin Telagasari merupakan pengobat kekecewaan. Pasalnya, saat acara peringatan Isra Mi'raj di Majlis Ta'lim Al Istiqomah Pasir Talaga, HAM berhalangan hadir.

Kunjungan dan silaturrahmi PCNU Karwang setelah dari MWC NU Telagasari berlanjut ke Lemah Abang dan Cilamaya untuk turut serta menerima kedatangan rombongan kirab hari santri nasional di Ponpes Ash Shiddiqiyah 3 Sukatani, Cilamaya Wetan.#MTP.
×
Berita Terbaru Update