Notification

×


Iklan

HAM: NU Jangan Hanya Dorong Mobil Mogok

Monday, October 19, 2015 | 21:22 WIB Last Updated 2015-10-19T14:22:01Z

Karawang, PEKA. - Pesatnya kemajuan dan perkembangan Nahdlatul Ulama Karawang sangat haruslah menjadi motivasi bagi warga Nahdliyin. Kalau di masa lalu,warga nahdliyin hanya berkutat di bidang diniyah ijtima'iyah, saat ini NU Karawang telah menunjukkan partisipasi dan perannya di bidang lain. Sehingga, hal itu perlu untuk dilanjutkan, bahkan ditingkatkan lagi. 
HAM Saat Silaturahmi di Desa Cinta Laksana

"Warga nahdliyin jangan lagi hanya jadi pendorong mobil mogok. Kita saat ini sudah pantas untuk memberi peran lebih di bidang lain, termasuk menjadi pengendali kebijakan pemerintahan. Kita upayakan, kita menjadi pilot," ungkap Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Karawang, H Akhmad Marjuki (HAM) saat melakukan kunjungan dan silturrahmi kepada pengurus MWC dan Ranting se- Kecamatan Tegalwaru di desa Cinta Laksana, Senin (19/10).


Bukti perkembangan NU Karawang yang lain, dicontohkannya yakni dengam adanya lembaga keuangan mikro syariah yakni BMT yang ada di Telukjambe Timur dan Cilamaya dibawah kendali Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (Lazisnu) Karawang. "Ini menjadi bukti, kita sudah bisa eksis dan keluar dari frame yang selama ini hanya berkutat dalam kajian kitab kuning saja. Nilai-nilai tradisi Islam ahlus sunnah wal jama'ah pada kenyataannya masih tetap jalan, dan dunia baru yang maslahah pun juga bisa kita lakukan," imbuhnya.

Ditambahkannya, dengan adanya  Pilkada kali ini, dirinya berharap bisa dijadikan momentum untuk meningkatkan kemajuan bagi warga NU Karawang. "Ada enam paslon, marilah kita dukung penuh paslon yang jelas-jelas bisa memberikan perhatian bagi NU dan warga nahdliyin," tegas Marjuki yang juga calon bupati Karawang nomer urut 2 ini.

Maju di Pilkada Karawang kali ini, kata HAM semata-mata untuk berkontribusi langsung untuk Kota Pangkal Perjuangan. Dirinya merasa harus membuktikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Karawang dengan menghibahkan diri, tenaga, pikiran dan Insya Allah harta untuk kemajuan Karawang. "26 tahun saya diterima dengan baik oleh masyarakat Karawang, sudah sepatutnya saya berterima kasih. Menjadi Bupati, adalah bentuk pengabdian saya, dan sarana untuk beramal sholeh," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MWC NU Kecamatan Tegalwaru, Ust Mayadi mengapresiasi pencalonan HAM. Dirinya mengajak kepada jajaran pengurus NU di Tegalwaru untuk bergerak memenangkan HAM menjadi bupati Karawang. "Yang penting Pak Haji Marjuki jadi Bupati, agar dapat lebih memberikan perhatian bagi masyarakat Karawang lebih luas," ungkapnya yang disambut kata setuju para hadirin.

Tak jauh beda dengan Ust Mayadi, wakil Rois Syuriah PCNU, KH Nandang Qusyaeri membeberkan betapa rasa tanggung jawab HAM dalam memimpin organisasi PCNU sangat besar. Dikatakannya, jasa dari HAM saat menjadi Ketua NU memberikan perhatian yang luar biasa. "Operasional NU Rp30juta setiap bulan selalu dengan ikhlas dikeluarkan. Tentunya, kalau memegang kebijakan, Pak Haji Marjuki akan lebih bisa memberi perhatian bagi masyarakat yang lain. Jadi, saat ini jangan sampai kita sebagai orang NU hanya jadi tukang tabuh bedug saja, tapi harus bisa jadi Imam," paparnya.

Ditambahkannya, kalau sebelumnya HAM bisa membantu bedah rumah dan honor guru mengaji dalam jumlah yang terbatas, tentu satu-satunya jalan untuk bisa menambah lebih banyak lagi dengan mendudukkan menjadi bupati. "Saya setuju, orang NU jangan menjadi pendorong mobil mogok, tapi harus diupayakan menjadi pilotnya," tandasnya.

Dalam acara internal NU tersebut, HAM menunjukkan jiwa besarnya. Ketika pengurus mengagendakan acara untuk digelar di aula MA Miftahul Huda, dirinya meminta untuk dipindahkan. Pasalnya, meskipun acara tersebut merupakan kondolidasi dan silaturrahmi internal NU, dirinya lebih baik untuk tidak dikatakan  melakukan kampanye dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan.#mtp
×
Berita Terbaru Update