Notification

×


Iklan

Pendukung Marjuki-Miing tidak Ada yang Membelot

Monday, November 16, 2015 | 13:07 WIB Last Updated 2015-11-16T06:07:06Z
KARAWANG, PEKA. - Tim Relawan Marjuki-Miing Kabupaten Karawang menggelar acara deklarasikan dan studium general bagi ribuan relawan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pangkal Perjuangan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan mesin non struktural partai politik yang berkomitmen memenangkan paslon nomer dua.
Deklarasi Relawan Marjuki-Miing 

“Untuk memberikan motivasi, semangat juang dan strategi pemenangan bagi relawan diseluruh Karawang, deklarasi ini sekaligus kami rangkai dengan studium general. Mereka terdiri dari Korwil, Korcam, dan Kordes yang sudah bekerja sebelum deklarasi ini digelar,” ungkap Koordinator Relawan tingkat Kabupaten, Emay Ahmad Maehi di Aula PT Putra Kemuning, Sabtu (14/11).

Pendeklarasian tim relawan ini, menurutnya bukan semata-mata menjadi bagian untuk menepis isu adanya eksodus atau pembelotan ke kubu paslon lain. Namun, kata dia, hal itu sudah teragendakan sesuai dengan agenda yang telah disusunnya. Sehingga, adanya rumor eksodus tersebut hanyalah isapan jempol belaka. “Gak ada itu, kami sudah ada data lengkap yang kami arsipkan. Dan nama itu, memang sejak awal tidak ada. Itu hanya klaim dari “seberang” saja. Kami masih tetap solid dan kompak,” tandas Emay.

Komposisi relawan, lanjutnya, sangat beragam. Mengingat, dari berbagai kalanagan agamawan pun banyak yang bersedia dengan sukarela menjadi anggota tim relawan. Terlebih lagi pula, ujar Emay, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang cukup dikenal di Karawang juga melabuhkan dukungannya untuk memenangkan Marjuki-Miing pada Pilkada 9 Desember mendatang. “Alhamdulillah LSM besar telah hadir seperti Bah Icam dan Kang Yadi dari Gibas, Bang Gabriel dari PeNa, Bang Pitung dari KPMP, dan juga Bang Sanusi Jaya Sukma dari BPPKB. Ini membuktikan, Haji Marjuki dan Kang Miing memang diterima karena memang dinilai pantas menjadi bapaknya LSM di Karawang. Terima kasih, kawan-kawan dari Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu,” terang mantan Ketua KPU Karawang ini.

Hal tak jauh berbeda dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan, Karda Wiranata. Dirinya mengatakan, adanya berita pembelotan tim relawan, merupakan bentuk kebohongan. Baginya, yang dinamakan relawan tentu berangkat dari adanya rasa ketulusan dalam melakukan kerja-kerja politik memenangkan calon yang didukungnya. “Relawan itu bukan honorer, yang ngomongnya honor..honor..honor. Relawan itu orang yang tulus dan sukarela memenangkan Marjuki-Miing. Jadi bohong kalau ada pembelotan. Kalau relawan meributkan honor, patut dipertanyakan, dia relawan betul, atau Cuma cari sesuatu,” ungkapnya.

Ditambahkan Karda, keberadaan tim relawan yang berada di bawah koordinasi Tim pemenangan kabupaten yang dikomandaninya, hanyalah tim relawan yang dinahkodai Emay Ahmad Maehi. Dan menurutnya, dari hasil koordinasi dengan Tim relawan, tidak ditemukan nama yang disebut-sebut oleh media. “Tim Relawan yang masuk daftar resmi, yang diketuai Kang Emay. Setelah kami cross check, memang tidak ada nama itu. Jadi, saya minta jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar. Untuk itu, tentunya kita harus terus menjaga kekompakan dan kesolidan,” imbuhnya.

Sementara itu, paslon Marjuki-Miing dalam memberikan orasi politiknya berharap seluruh jajaran tim relawan yang sudah terbentuk dan dikukuhkan tersebut bisa segera bekerja di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan oleh keduanya, bisa bekerjasama dengan kader partai pengusung lainnya untuk menggaet dukungan hingga mampu menambah pundi-pundi perolehan suara.

“Menjadi Bupati itu bukan hal mudah. Tidak cukup hanya didukung oleh partai besar saja, tidak cukup dengan kuatnya biaya politik saja, dan tidak cukup dengan banyaknya relawan. Tetapi yang terpenting adalah kemampuan untuk bekerjasama dan gotong royong dalam memenangkan calon yang didukungnya,” kata HAM.#Mtp
×
Berita Terbaru Update