Notification

×


Iklan

Diusir Aparat, Wartawan Boikot Kampanye Terbuka Marjuki-Miing

Wednesday, December 02, 2015 | 19:11 WIB Last Updated 2015-12-02T15:42:25Z
Karawang, PEKA. - Kampanye terbuka calon Akhmad Marjuki - Miing diwarnai pemboikotan sejumlah wartawan. Seorang oknum ormas berseragam merah, yang bertugas menjaga keamanan di acara kampanye itu melarang  sejumlah wartawan media lokal dan nasional untuk mendekati panggung acara.
Pengusiran terjadi pada pukul 13.00 WIB. Cikwan Suwandi, kontributor Media Indonesia yang bertugas di Karawang tetap diusir walaupun sudah menunjukkan surat tugas liputan dari kantornya. "Kita disediakan tempat meliput di dekat panggung, saya sudah tunjukkan surat tugas, namun tetap dilarang masuk," ujar Cikwan saat ditemui di lapangan Karangpawitan, Rabu, 2 Desember 2015.

Nila kusuma, kontributor Koran Sindo di Karawang mengaku telah dilecehkan oleh oknum aparat. "Semua wartawan keluar dari panggung," kata Nila, menirukan perkataan oknum itu. "Padahal, saya hendak mewawancarai salah satu anggota dewan yang berada di panggung itu, kenapa malah diusir?" ungkap Nila.

Farida Farhan, wartawan surat kabar Koran Berita mendapatkan perlakuan yang sama dari oknum aparat itu. Ia mengaku diusir saat mengambil gambar massa dari atas panggung. "Padahal massa pendukung membludak, menarik untuk difoto," kata Farida.

Asyukur Huluq, wartawan Pasundan Ekspress mengaku melihat staff  Miing memberi intruksi kepada petugas keamanan untuk mengusir wartawan. "Saya melihat staf pribadi Miing menyuruh petugas keamanan mengusir wartawan," kata dia.

Ketika dikonfirmasi, Natala Sumedha, ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP yang mengusung pasangan Marzuki Miing  menyatakan tidak mengetahui ihwal pengusiran wartawan itu. "Panitia sudah menyediakan lokasi untuk wartawan di samping kanan depan panggung," tulis Natala dalam pesan singkatnya.

Di Karawang, saat meliput kampanye, awak media sering berkumpul di dekat panggung untuk menangkap momen unik. Di acara kampanye yang lalu, ada aksi sawer duit. Namun pihak panitia pengawas pemilu gagal merekam momen itu. Aksi sawer itu malah tertangkap kamera wartawan.#Us.
×
Berita Terbaru Update