Notification

×


Iklan

Kampanye Cabup Marjuki Diboikot Pengurus Hanura

Wednesday, December 02, 2015 | 18:40 WIB Last Updated 2015-12-02T15:44:25Z
KARAWANG, PEKA.  Kampanye terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Akhmad Marzuki - Miing diwarnai pemboikotan sejumlah wartawan, dan pengurus partai pengusung nomor urut 2 dilapangan Karangpawitan, kemarin. Boikot ini akibat panitia penyelenggara dinilai bekerja tidak professional sehingga sempat menimbulkan sedikit kegaduhan yang berakibat terjadinya aksi pemboikotan.
Suasana Kampanya Marjuki-Miing, Rabu,(2/12/2015)
Keributan kecil terjadi ketika Ketua DPC Partai Hanura, Ali Mukadas yang protes atas sikap penyelenggara yang terkesan membatasi kadernya saat orasi. Pembawa acara mendadak memotong dan menutup orasi yang disampaikan kader Hanura. Kejadian fisik sempat terjadi ketika Ali Mukadas mendatangi pembawa acara Didin Bagito dan mendorongnya. Kemarahan Ali Mukadas juga terjadi saat melihat pengurus Hanura diusir panitia keluar panggung.

Setelah kejadian tersebut sejumlah pengurus Hanura yang duduk dipanggung kehormatan meninggalkan panggung meski acara belum selesai. “Saya ini ketua partai dan pengusung masa diperlakukan seperti tamu. Harusnya panitia bisa membedakan kalau kami ini partai pengusung dan jangan dipersulit,” kata Ali Mukadas kemarin.

Hal yang sama juga dialami wartawan harian Koran local dan nasional yang diperlakukan tidak patut oleh penyelenggara. Pengusiran terjadi pada pukul 13.00 WIB. Cikwan Suwandi, kontributor Media Indonesia yang bertugas di Karawang tetap diusir walaupun sudah menunjukkan surat tugas liputan dari kantornya. "Kita disediakan tempat meliput di dekat panggung, saya sudah tunjukkan surat tugas, namun tetap dilarang masuk," ujar Cikwan saat ditemui di lapangan Karangpawitan, Rabu, 2 Desember 2015.

Farida Farhan, wartawan surat kabar Koran Berita mendapatkan perlakuan yang sama dari oknum aparat itu. Ia mengaku diusir saat mengambil gambar massa dari atas panggung. "Padahal massa pendukung membludak, menarik untuk difoto," kata Farida.

Asyukur Huluq, wartawan Pasundan Ekspress mengaku melihat staff  Miing memberi intruksi kepada petugas keamanan untuk mengusir wartawan. "Saya melihat staf pribadi Miing menyuruh petugas keamanan mengusir wartawan," kata dia.

Ketika dikonfirmasi, Natala Sumedha, ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP yang mengusung pasangan Marzuki-Miing  menyatakan tidak mengetahui ihwal pengusiran wartawan itu. "Panitia sudah menyediakan lokasi untuk wartawan di samping kanan depan panggung," kata Natala.#Ocm
×
Berita Terbaru Update