Inilah Bantahan Kadis Bina Marga & Keterangan Ketua komisi C DPRD Karawang "Pelebaran Jalan Sekitar Mal Resinda"

KARAWANG-PEKA-.Makin rame diperbincangkan hasil Sidak Wakil Bupati Jimmy Ahmad Zamakshari,yang mencurigai atau menduga telah terjadi konspirasi pihak Resinda dan pihak Dinas Bina Marga dan Pengairan,temuan ini pun makin hangat diperbincangkan ditengah masyarakat.
Kemudian H Acep Jamhuri atau Ajam Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Karawang,namun membantah keras jika pihaknya bermain dengan manajemen Resinda.

Dia berdalih bahwa pelebaran Jalan Tarumanegara yang dilakulan DBMP murni menjalankan program Pemkab Karawang.

"Pelebaran jalan di sekitar Mal Resinda merupakan titik awal pelebaran jalan yang nantinya akan sampai ke arah jembatan interchange," sambungnya
Masih kata Ajam,program pelebaran interchange Karawang Barat merupakan hasil kesepakatan antara Pemkab Karawang dengan pihak Jasa Marga."Dalam kesepakatan itu disebutkan Pemkab Karawang berkewajiban melakukan pelebaran jalan, sedangkan Jasa Marga memperbaiki badan jalan yang berlubang dan bergelombang".
"Jadi pelebaran jalan itu tidak hanya dilakukan di depan Mall Resinda saja. Sepanjang interchange akan diperlebar,"tandasnya.
Hanya saja,lanjut Kadis DBMP, pelaksanaan pelebaran jalan dilakukan bertahap karena terbatasnya anggaran. Namun sepanjang interchange dipastikan bakal dilebarkan mulai dari Jembatan Badami hingga Jembatan Citarum.
"Saya keberatan jika dituduh main mata dengan pengusaha Resinda. Tuduhan itu tidak benar," tegasya.
Disebutkan, pelebaran jalan di sekitar Mal Resinda bahkan sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Namun hal tersebut baru bisa direalisasikan tahun ini. Acep mengatakan juga, pihaknya tetap akan menyelesaikan pelebaran jalan di depan Mall Resinda meski ditudingan ada konspirasi dalam proyek tersebut. 

"Kami tetap akan menyelesaikan proyek itu. Kami tidak akan terganggu dengan tuduhan itu karena proses pengerjaan sedang berlangsung," katanya. 

Dalam kesempatan tersebut, Acep juga menyayangkan sikap wakil bupati yang mencuatkan masalah tersebut melalui media massa.

"Sebagai atasan saya, Pak Jimmy seharusnya bisa langsung memanggil dan menegur saya,bukan seperti ini bicara di media malah jadi rame," katanya.

Sementara itu Heru Humas Resinda,mengaku terkejut dengan munculnya pemberitaan yang terkesan memojokkan Resinda. 
"Pelebaran alan tersebut bukan untuk kepentingan kami. Jalan tersebut milik negara jadi yang berwenang melebarkan dan memperbaikinya adalah pemerintah," ucapnya.
Dikatakan juga, pihaknya sama sekali tidak berkonspirasi dengan DBMP. Apalagi ruas jalan yang dilebarkan tidak berada persis di depan hotel maupun Mall Resinda.

"Kalau jalan yang di depan hotel dan mall memang kami yang melebarkannya. Yang dilebarkan DBMP itu, kami sama sekali tidak terlibat," kata dia.

Sebelumnya Elivia Ketua Komisi C DPRD Karawang,mengutarakan bahwa pelebaran jalan tersebut diketahui menggunakan dana APDD II Tahun 2016 murni.

Saat ditanya mengapa bisa lolos kalau memang kurang tepat peruntukannya disaat jalan lain lebih membutuhkan (kutipan ucapan Jimmy,red),politisi PDI Perjuangan ini pun menjawabnya.

"Saya kala itu bukan masuk tim Banggar dan waktu itu pun belum duduk sebagai Ketua Komisi C,ungkapnya.

Sesaat setelah menjawab pertanyaan PEKA,Elivia pun berusaha telepon ke pihak DBMP dan Wakil Bupati Karawang,namun upaya perempuan asal Cikampek ini nihil pasalnya Jimmy tak mengangkat teleponnya.#us.

0 Komentar

X
X