×

Iklan

Indeks Berita

Tak Sedikit Warga Karawang Asli Memilih Jalan Hidup Ini

15 Okt 2016 | Sabtu, Oktober 15, 2016 WIB Last Updated 2016-10-15T11:16:35Z

Karawang-PEKA-.Sulitnya mencari pekerjaan dan kemiskinan susah diladeni karena kebutuhan setiap saat makin menghimpit ,maka tak sedikit orang Karawang melakukan hal yang sifat nekad,terpenting keluarga mereka terselamatkan dan bisa mempertahankan hidup.(15/10/2016).
Gambar : Ilustrasi

Akhirnya,mereka rela berjuahan dengan keluarga dan memilih menjadi buruh migran (TKI) dan bertransmigrasi.Itu sebuah pilihan yang baik daripada harus mempertahankan hidup dengan cara tak bijak dan merugikan orang lain.

Ini satu contoh bahwa Kabupaten Karawang berkaitan IPM bukan hanya jago main diatas kertas melainkan harus realitas alis dibuktikan dan rakyat merasakan bukan hiasan angka di banggakan.

Benar adanya,memilih menjadi TKI atau transmigrasi bukan hanya terhimpit ekonomi belaka karena ada yang menyebut diantara migran Karawang dan pelaku tranmigrasi, itu adalah pilihan hidupnya.

Namun secara kasat mata bila dikampung sendiri nyaman usaha dan mudah bekerja, jauh dari kemungkinan mereka hengkang ninggalkeun bikang jeng anak kusabab rumingkang neangan madang ka lembur sebrang,(cari makan keluar daerah,red).

Tranmigrasi saat ini sudah salah satu menjadi pilihan warga asli Karawang,walau sebelumnya tak sedikit dari sekian banyak penduduk bumi Pangkal Perjuangan berangkat lebih dulu misal tujuan dengan ke Kalimatan,Riau,Jambi dan seterusnya.Mereka disana banyak yang sukses walau tak sedikit malah lebih parah di negeri rantau.

Tak hanya itu,sudah berapa ribu  penduduk  Kabupaten Karawang kini berada di luar negeri,bahkan luar daerah untuk mencari penghidupan selain bertransmigrasi,rata-rata mereka karena himpitan ekonomi,sulit bekerja,selain tak sedikit berani menyebutnya,ini sudah nasib diri dan jalan terbaik merantau ke negeri sebrang. 

Ini sebuah fakta baru di Karawang,lalu dibenarkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang.

Dalam waktu dekat dinas terkait akan memberangkatkan 20 kepala keluarga ke berbagai wilayah luar Provinsi Jawa terkait dengan program transmigrasi.


"Sebanyak 20 kepala keluarga itu akan diberangkatkan ke Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan lain-lain. Mereka akan bekerja sebagai transmigran di sektor pertanian dan perkebunan,".

Data sebelumnya menuliskan untuk pemberangkatan warga Karawang sebagai transmigran tidak hanya dilakukan pada tahun ini.Pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah banyak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang memberangkatkan transmigran ke luar Jawa,dengan tujuan sekitar Kalimantan, Sulawesi serta wilayah Sumatera. 

H Suroto Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang,sempat mengungkapkan,sebenarnya masyarakat Karawang cukup antusias mengikuti program transmigrasi yang telah lama digulirkan dinas.Hal tersebut dipicu menyusul banyaknya transmigran asal Karawang yang hidup sukses di daerah tujuan transmigrasi.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi,saat ini pun telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta untuk program transmigrasi.

Namun yang menjadi permasalahan kekinian,bagimana kalau diantara mereka yang berangkat menjadi buruh migran atau tranmigrasi merupakan warga usia produktif,beredukasi tinggi dan cakap dalam bekerja tetapi tak tersaluran kerja di Karawang,malah kini mereka berada dirantau,apakah Kabupaten Karawang tidak merugi dengan potensi warganya tersebut.

Belum lagi ditambah dengan setumpuknya kasus TKI Karawang diluar negeri yang mesti pula menjadi perhatian pemerintah daerah bukan hanya membantu mereka setelah mencuat dipemberitaan.

Maka sangat pantas kalau setiap tahunnya makin bertambah orang gila di Kabupaten Karawang.

Apakah ini memang kondisi karena SDM lemah,pembiaran,pilihan hidup atau mungkin ketidakbisaan pemerintah daerah Karawang untuk mensejahteraan warganya sendiri.#.red. 
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS