Guru Honorer Bakal Kepung Kantor Pemkab Karawang


KARAWANG-PEKA-.Nasib untuk guru honorer di Kabupaten Karawang sampai detik ini belumlah juga jelas,peristiwa berbeda dengan di Kota Bekasi,pasalnya Wali Kota Rahmat Effendi sudah menjanjikan akan kenaikan honor bagi 2.469 guru tenaga kerja kontrak sebesar 50 persen lebih mulai Januari 2017.(29/11/2016).

Wabup Karawang saat di Telagasari
Karena kabar masih tak jelas,kabarnya besok (30/11/2016) persatuan guru honorer di Kabupaten Karawang akan ontrog Bupati dr Cellica Nurchadiana.

Kabar yang berkembang pun dibenarkan oleh beberapa guru honorer yang mengikuti upacara HUT Kopri ke 45 di lapang sepakbola Kecamatan Telagasari,pada hari Selasa ,(29/11/2016).

Niat demo besar-besaran ke kantor Pemkab Karawang oleh guru honorer selama 3 hari tersebut, (30-11-sampai dengan 2 Desember 2016),kata narasumber di lokasi,akibat ada isu   gaji UMK untuk guru honorer dari ABPD II 2017 akan dihapusnya oleh Bupati Karawang.

Sampai Berita ini turunkan,dr Cellica Nurrcahdiana Bupati Karawang belum memberikan keterangan keterkaitan isu yang berkembang,apakah benar dirinya sudah memerintahkan dinas terkait untuk menghapus gaji honorer yang bersumber APBD II 2017?.

Wakil Bupati Karawang atau Kang Jimmy yang ada dilokasi, sesaat setelah menjadi irup upacara HUT Kopri ke 45 di Telagasari,dengan tegas melarang para guru honorer demo ke Pemkab,namun dirinya menyarakan agar ada perwakilan guru honorer atau melalui PGRI Kabupaten untuk mempertanyakan langsung isu yang berkembang kepada Bupati Karawang.

Semantara di lain tempat,Wali Kota Rahmat Effendi menyebutkan adanya kebijakan yang disebutkan merupakan upayanya untuk meningkatkan keprofesionalan guru. Jika guru sejahtera, tentunya akan lebih profesional dalam mendidik siswa," katanya .

Rahmat menyampaikan hal tersebut dalam upacara memperingati Hari Guru Nasional 2016 di Alun-Alun Kota Bekasi.

Adapun tunjangan daerah bagi para guru tahun anggaran 2017 akan ditingkatkan menjadi Rp3,4 juta lebih atau naik 50 persen lebih dari 2016 sebesar Rp2 juta perbulan.

Rahmat mengatakan kebijakan itu dikeluarkan untuk membuktikan bahwa tidak ada dikotomi antara guru berstatus TKK maupun Apartur Sipil Negara (ASN) dalam mengabdi di Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Rahmat mengakui besaran kenaikan honor guru TKK itu masih di bawah besaran Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bekasi 2017 sebesar Rp3,6 juta.

Namun Wali Kota menyatakan akan mengevaluasi kembali besaran kenaikan itu pada 2017 agar nominalnya bisa menyetarai besaran UMK yang berlaku secara bertahap.

"Insya Allah di 2017 minimal guru TKK mendapatkan kesejahteraan sebesar Rp3.450.000 perbulan, jika di 2017 UMK Kota Bekasi ditetapkan di atas Rp3,6 juta, maka di akan ada evaluasi lagi terhadap besaran kenaikan itu," katanya.@Dhika-us.

0 Komentar

X
X