×

Iklan

Indeks Berita

Inilah Penjelasan Dari Bupati Karawang,Mengapa Dirinya Pergi ke Italia ?

15 Nov 2016 | Selasa, November 15, 2016 WIB Last Updated 2016-11-15T16:14:30Z

KARAWANG-PEKA-.S√ębelumnya sudah di kabarkan adanya ormas yang menyebutkan Bupati Karawang perlu meminta maaf kepada publik Karawang karena meninggalkan rakyatnya sedang di landa musibah.

Gonjang-ganjing tersebut dijawab oleh Kabag Humas Pemkab Karawang.

Keberangkatan Bupati Karawang ke Italia bareng jajaran pejabat Dinkes saat ini diguncing hebat di medsos,pro dan kontra disampaikan oleh para pengguna dunia maya walau sebelumnya pihak humas Pemkab menjelaskan,untuk keberangkatan Cellica jelas atas undangan yang sifat kenegaraan.

Penanganan angka kematian ibu dan bayi yang dikenal dengan program Si Jari Emas dinilai berhasil. Sehingga bupati memenuhi undangan ke Italia untuk mempresentasikan program itu," kata Kepala Bagian Humas Pemkab Karawang Matin Abdul Rajak.

Ia menyatakan, bupati mengikuti acara di Italia itu selama beberapa hari.Selain dari Indonesia, kegiatan di bidang kesehatan juga diikuti sejumlah perwakilan dari negara lain.Berita sebelumnya.

Kemudian malam ini,Selasa malam Rabu,(15-11/2016),masih ditanggal yang sama akhirnya Bupati Karawang memberikan penjelasan kepergiannya ke Italia dan pantuan dirinya kepada kondisi di Karawang selama di luar negeri 

Ini penjelasan Bupati Karawang,  Cellica Nurrachadiana 

Musibah di Karawang tidak ada yang tahu. Kita tidak bisa memilih hari dan jam datangnya bencana.

Kebetulan, musibahnya bertepatan dgn keberangkatan saya ke luar negeri. Kabar banjir Karawang pun saya terima ketika saya sudah dalam perjalanan.

Saya pergi ke luar negeri karena program "Jari Emas" andalan Karawang sukses menurunkan tingkat kematian ibu dan anak selama proses persalinan, diakui dunia internasional.


Program ini ingin dicontoh 40 negara lain. Sebelum bencana terjadi, saya diminta datang jadi pembicara dengan harapan, program tersebut bisa terus berlanjut dan digunakan negara-negara lain.

Sebab selama 3 tahun terakhir, terhitung sejak 2013 dan berakhir Agustus 2016, program ini sukses berjalan walaupun tanpa bantuan APBD Karawang sepeserpun.

Kita menghemat anggaran sangat besar dengan adanya bantuan luar negeri tersebut. Melalui forum internasional itu, saya ingin menjaring bantuan luar negeri melalui Non Goverment Organizations (NGO) supaya terus mengalir ke Karawang, membantu masyarakat kita.

Ini adalah upaya kami menyelamatkan lebih banyak ibu dan bayi dari kematian ketika melahirkan di puskesmas-puskesmas maupun rumah sakit umum daerah.

Mengenai banjir, saya juga ikut memantau dan mengawasi dari jauh. Kesiapsiagaan sudah diaktifkan sejak awal banjir datang. Laporan di media sosial, laporan situasi Karawang juga masuk semua ke hp saya.

Alhamdulillah, pak wakil bupati sudah turun bersama DPRD, dan BPBD Karawang. Mereka semua adalah representasi pemerintah yang hadir untuk menangani bencana.

Bagi saya, penanganan yang baik pada pengungsi, tercukupinya logistik serta gotong royongnya masyarakat dalam menangani bencana banjir ini, jauh lebih penting daripada kehadiran saya di lokasi bencana.

Besok pun, sudah saya perintahkan BPBD menggelar rapat koordinasi dengan BPBD Provinsi, BBWS, PJT II, PSDA, kepala OPD dan camat-camat yang dilalui sungai-sungai besar. Supaya situasi ini ditangani dengan baik secepatnya.#us.
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS