Perlukah Bupati Karawang Meminta Maaf Kepada Warganya Karena Ditinggal Pergi Ke Italia?

KARAWANG-PEKA-.Keberangkatan Bupati Karawang ke Italia bareng jajaran pejabat Dinkes saat ini diguncing hebat di medsos,pro dan kontra disampaikan oleh para pengguna dunia maya walau sebelumnya pihak humas Pemkab menjelaskan,untuk keberangkatan Cellica jelas atas undangan yang sifat kenegaraan.

Penanganan angka kematian ibu dan bayi yang dikenal dengan program Si Jari Emas dinilai berhasil. Sehingga bupati memenuhi undangan ke Italia untuk mempresentasikan program itu," kata Kepala Bagian Humas Pemkab Karawang Matin Abdul Rajak.

Ia menyatakan, bupati mengikuti acara di Italia itu selama beberapa hari.Selain dari Indonesia, kegiatan di bidang kesehatan juga diikuti sejumlah perwakilan dari negara lain.Berita sebelumnya.
Waki Bupati Karawang di camp Pengungsian
di Desa Telukbuyung Kecamatan Pakis jaya

Terkait dengan kondisi Karawang yang dilanda banjir bersamaan dengan kunjungan kerja bupati ke Italia, Matin menyatakan kalau pemkab tetap memperhatikan penanganan banjir di daerahnya.
 
"Dalam melakukan penanganan banjir, pemkab tidak tunggal (bupati saja). Tapi ada wakil bupati, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan lain-lain," katanya. 

Ia mengatakan, petugas BPBD Karawang sudah turun ke sejumlah titik bencana banjir. Begitu juga Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari, sudah turun ke sejumlah titik bencana banjir.

Tindakan turun ke sejumlah lokasi bencana yang dilakukan petugas BPBD serta wabup itu menjadi bagian dari upaya penanganan banjir yang dilakukan Pemkab Karawang.
 
Sementara itu, pada BPBD Karawang, Senin, menyatakan, banjir yang terjadi sejak Senin (14/11) dini hari telah melanda 12 desa/kelurahan yang tersebar di lima kecamatan. 

Kepala BPBD Karawang Asip Suhendar, mengatakan, di lima kecamatan itu terdapat 5.789 unit rumah yang terendam banjir. Sedangkan korban banjirnya mencapai 13 ribu jiwa, 9 ribu keluarga. 

Sesuai dengan pemantauan di lapangan banjir di berbagai daerah sekitar Karawang yang telah terjadi sejak Senin (14/11) dini hari kini sudah mulai surut. 

Hanya beberapa daerah yang masih terendam banjir seperti Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat serta sebagian wilayah di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat. 

"Sebelumnya ketinggian air di daerah banjir ada yang mencapai 2 meter. Tapi sekarang sudah mulai surut," kata Asip. 

Ia mengatakan, selama bencana banjir yang terjadi di lima kecamatan itu, BPBD Karawang menyediakan tujuh titik pengungsian. 


Di antaranya di sekitar Perumahan Bintang Alam, Desa Karangligar, kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, wilayah Tanjungpura, Perumahan Karawang Indah, dan di wilayah Payungsari. 


Malam tadi,Cellica Nurrachadiana melalui WA nya yang dikirimkan ke Redakasi PEKA menuliskan,bahwa dirinya selalu berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait dilingkungan Pemkab Karawang untuk mengetahui sejauhmana  penanggulangan musibah banjir.

Saya terus pantau keadaan dengan selalu berkomunikasi untuk mengetahui perkembangan yang terjadi,dan komunikasi dibangun bukan saja dengan jajaran pejabat pemda melainkan dengan Kapolres dan Dandim dilakukan,tulis dia.


Sementara,Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) Barisan Laskar Demi Warga (BALADEWA) Kabupaten Karawang, Asep Pedro,menyayangkan keberangkatan Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang ke Triste, Italia. 

Keberangkatan Cellica Nurrachadiana itu secara diam-diam bersama pejabat dinas di Karawang disaat tidak tepat. Dimana masyarakat tengah menangis karena tempat tinggal mereka terendam. Namun pimpinan rakyat sendiri malah meninggalkan untuk euphoria di luar negeri.

Pedro meminta Cellica harus minta maaf kepada masyarakat Karawang. Menjelaskan kepada publik mengenai dia berangkat ke Triste, Italia. Tak terkecuali anggaran yang dikeluarkan apakah menggunakan dana pribadi atau APBD.

“Cellica harus minta maaf kepada masyarakat Karawang. Dia (Cellica-red)  dipilih masyarakat Karawang hingga jadi bupati, bukan oleh masyarakat Itali. Itu mah hal kesekian bisa diwakilkan berangkatnya,” kata Pedro.

Menurutnya, hal wajar bila di dunia sosial Cellica dibuli habis-habisan oleh masyarakat. Pasalnya rakyat meluapkan kesal hanya lewat medsos, meski tidak pernah dilirik dan didengar. “Keberangkatan Cellica ke Itali menyakiti hati masyarakat. Jika pulang ke Karawang perlu klarifikasi dan menjelaskan. Juga harus dari Itali perlu ada hasil yang signifikan untuk Karawang,” ujarnya.

Dikatakan, sejak kepemimpinan Cellica mulai terasa kemunduran Karawang. Sarana pendirikan banyak rusak tidak pernah cepat tanggap, pasien RSUD yang selalu teriak karena dilantarakan dan dipersulit berobat. Belum lagi masyarakat susah masuk kerja di kota kelahiran. PR itu saja belum diselesaikan.

“Tapi Cellica malah ke luar negeri, coba ongkos itu digunakan biaya kesehatan, biaya pendidikan akan lebih tepat,” katanya.

Saat Pilkada berlangsung, Cellica menebarkan pesona dengan janji politiknya untuk rakyat, hingga menang telak 50 persen plus satu. Namun, Karawang dipimpin Cellica belum ada perubahan signifikan. Bahkan ada ada caci makian dari masyarakat.

“Terbukti seperti sekarang ini, masyarakat menangis, menderita karena kebanjiran eh Cellica malah ke Itali. Ini perlu dievaluasi !”tegasnya.

Pihaknya selaku pimpinan Ormas BALADEWA sebagai agen kritik untuk membangun. Namun bila tidak ada perubahan dari pimpinan Karawang, jangan salahkan jika turun aksi bersama masyarakat menuntut Cellica mundur.

“Jangan salahkan rakyat, jangan salahkan kami jika nanti kita demo besar-besaran untuk meminta Cellica mundur dari jabatan bupati. Sekarang menjadi catatan merah, bila tidak ada perubahan tunggu gerakan kami atas suara rakyat Karawang. Baladewa berbakti untuk negeri, mengabdi sampai mati,” tandasnya.#oc-us-nz.

0 Komentar

X
X