Dikotomi Perguruan Tinggi Negeri - Swasta Masih Terasa

Iklan Semua Halaman

Loading...

Dikotomi Perguruan Tinggi Negeri - Swasta Masih Terasa

Redaksi
Saturday, January 4, 2020
PELITAKARAWANG.COM - Perguruan Tinggi Negeri jumlahnya masih bisa dihitung jari ketimbang swasta, namun pusat perhatian pemerintah, lebih dominan pada perguruan tinggi berstatus negeri. Dikotomi ini, masih banyak di rasakan swasta khususnya kampus dengan basis keagamaan. 

"Di Jawa Barat itu, yang Negeri hanya UIN dam Universitas Syekh Nurjati saja, sementara Perguruan tinggi swasta jumlahnya hampir ratusan, jadi bagaimana bisa maju kalau swasta luput dari perhatian pemerintah dibandingkan Negeri, " Kata Ketua STAI Ashidiqiyah Karawang CDR H Mohammad Iqbal ST MH dihadapan perwakilan Kopertais Wilayah Jabar - Banten, Dr Sahya Anggara, Sabtu (4/1). 

Menurutnya, dikotomi semacam ini masih ters berlangsung, padahal dari sisi kualitas tidak ada bedanya antara negeri dan swasta. Ingat, ukuran kualitas tidak di ukur dengan mahasiswa mahir dengan komputer dan teknologi lain, tetapi bicara kualitas adalah mereka yang bisa memanfaatkan ilmunya di masyarakat. Ia sepakat, sambung Iqbal dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, bahwa gelar tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas, begitupun jaminan mutu tidak melulu berbanding lurus dengan nilai bobot akreditasi. Karenanya, ditengah kematangan teknologi yang serba cepat saat ini, kampus-kampus swasta seharusnya, tidak harus selalu di sibukan dengan beragam persiapan akreditasi, kalau demikian, kapan prosesi mengajarnya? "Dikotomi semacam ini harusnya sudah tidak ada lagi. Konsep SDM yang di katakan Mendikbud ini, sangat baik buat refleksi kita bersama, bahwa kualitas itu adalah soal pemanfaatan ilmu, " Tandasnya.

Pendidik dan Mahasiswa adalah ujung tombak kemajuan bangsa, maka seharusnya pemerintah memberi perhatian khusus kepada dunia pendidikan dan akademisi tanpa melihat negeri dan swasta. "Pemangku pendidikan harusnya bisa dapat perhatian penuh, karena mereka ujung tombak kemajuan bangsa, tanpa memandang mana negeri dan swasta, "Ungkapnya. (Rud)