Notification

×


Iklan

Nelayan Pasirputih di Kabarkan Hilang Tenggelam di Penjaringan Jakarta

Monday, February 10, 2020 | 09:09 WIB Last Updated 2020-02-10T02:09:43Z
 PELITAKARAWANG.COM- Nelayan asal Dusun Pasirputih RT 20/06 Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Surip (18), dikabarkan tenggelam dan hilang di Kali Adem Kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, Sabtu (8/2) sekitar pukul 12.00 Wib. Nelayan Bubu Rajungan itu, di sebut-sebut hendak buang air di perahunya dengan nama Sentosa 7 Grosston, namun karena kondisi air berarus deras, korban di kabarkan hilang dan belum di temukan sampai Senin ini, (10/2).

Sekdes Sukajaya, Syaikhu mengatakan, Nelayan pasirputih atas nama Surip usia 18 tahun, dikabarkan hilang di lokasi tempat bongkar rajungan Kali Adem Pluit Kecamatan Penjaringan sejak Sabtu pekan kemarin. Kejadian tersebut terjadi, katanya setelah bongkar rajungan yang dilakukan Jumat 7/2 di Kali Adem. Menurut pengakuan temannya, kemungkinan Surip, sedang buang air dan terpeleset jatuh dari perahu, sementara baru diketahui, korban sekitar jarak 200 meteran, namun korban terlihat sejenak kemudian tidak muncul kepermukaan lagi terseret arus sungai yang kencang. "Atas kejadian itu, teman korban kemudian melaporkan kejadian ini kepolsek penjaringan, " Katanya. 


Wawan Setiawan, Polisi Khusus Kementrian Kelautan dan Perikanan mengatakan, atas kejadian itu pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan tim SAR setempat, jawaban sementara kabarnya sudah dikonfirmasi ke saksi-saksi dengan penjelasan yang justru berbeda-beda antara saksi satu rekan di kapal, ada yang bilang tidak melihat korban jatuh dan hanya mendengar beritanya saja, ada juga keterangan saksi yang melihat korban hanyut dan dia menyatakan tidak ada karena kebetulan tidak ada di kapal dan tidak kembali ke rumah maka diperkirakan korban hanyut. Di sisi lain katanya keluarga sudah ada yang lapor ke kepolisian. Karenanya, tim SAR dan Polisi saat ini masih mendalami kebenaran dari berita tersebut, apakah betul pihak nelayan ini hilang karena tenggelam atau memang hilang karena ada hal lain. " Tadi Minggu pagi, pihak SAR meminta nomor kontak keluarga yang ada di Muara angke, dan diberilah Nomor Yayat dan Ridwan dari pihak keluarga pemilik kapal. Setelah di konfirmasi dan ABK oleh SAR Jakarta, Itulah keterangannya, " Katanya. (Rud)
×
Berita Terbaru Update