Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan

Dinkes Kabupaten Karawang Diminta Benahi "Puskesmas Dan Tenaga Medis Tak Memiliki STR"

Redaksi
Tuesday, April 28, 2020, 03:48 WIB Last Updated 2020-04-27T21:24:21Z
Pemda Karawang melalui dinas terkait yakni Dinkes,DLHK dan BPMPTSP harus segera tangani adanya dugaan beberapa klinik tak mengindahkan sejumlah aturan yang berlakukan,diantaranya pembuangan limbah medis sembarang,termasuk perizinan dan aturan praktek dokter,Apoteker dan Perawat juga Bidannya.(28/4/2020).

Menurut hasil penulusuran dari sejumlah pihak ada klinik yang patut diduga membuang medisnya tak sesuai (langgar AMDAL,red), selain ijin praktek dokter yang tak mengacu aturan misal satu dokter hanya boleh dua tempat,termasuk mencuat dugaan adanya tempat usaha jasa kesehatan tanpa pemenuhan standar medis yakni perizinan atau kepemilikan STR (Surat Tanda Registrasi,red) bagi setiap tenaga medisnya seperti masa berlaku yang sudah habis,bahkan kabarnya juga yang belum memiliki STR namun sudah dipekerjakan.

Akhir-akhir ini pun muncul ungkapan kekecewaan dari warga akibat pelayanan tenaga medis di satu Puskemas di Kabupaten Karawang,tenaga medis setempat dinilai kurang memenuhi standar untuk penerpan etika dan estetika (apalagi SOP pelayanan,red) hingga dianggap oleh pasein bersangkutan pelayaan dari tenaga medis tersebut kurang bagus juga tidak maksimal ke publik.

Pemkab harus segera sisir semua klinik atau tempat usaha jasa kesehatan di Kabupaten Karawang untuk semua berjalan tertib dan standar pelayanan dan perawatan  (SOP) terpenuhi,pinta Sri Rahayu Agustina di Kabupaten Karawang.

Maaf kata,ucapnya,saya sebagai warga yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik dari Puskesmas atau klinik ataupun Rumah Sakit.Mohon diindahkan adalah perlakuan ketika datang pasein itu haruslah santun selain pelayanan dan perawatan ok.Bukannya asal periksa namun diagnosa harus mendekati pula tentunya,harap legislator Sri Rahayu.

Sudah banyak klinik,Rumah Sakit atau dokter praktek yang bagus tapi tak sedikit yang mengecewakan warga utama berkaitan sikap atau etika perawat atau bidan saat membantu para dokternya,Tegas Sri Rahayu bermaknakan saran dan keritik pedas.

BLUD sangat tepat dipakai di Puskesmas-puskemas di Kabupaten Karawang,saya paham itu demi peningkatan pelayanan kesehatan makin baik dan kesejahteraan orang didalamnya tersejahterakan.Namun bukan karena sudah di BLUD kan lalu melupakan sisi kemanusiaan dan sosialnya dong,Ungkap Sri Rahayu Agustina sambil tersenyum renyah dengan nada sendiran telak.

Jasmed bolehlah karena hak atas kewajibannya yang memeriksa atau merawat pasein namun perlu diingat adalah rakyat yang tak berduit butuh optimalisasi pelayanan dari "Puskesmas",Tandasnya.

Kami paham saat Pandemi Corona ini banyak rasa takut dan saling curiga diantara kita karena takut terinfeksi virus,makanya sangat wajib setiap Puskesmas,Klinik atau tempat bersalin atau praktek umum mengedepankan protokol kesehatan sesuai Kemenkes RI.Utama harus maskeran saat saling berhadapan antara dokter dan paseinnya atau berada dilingkungan dengan strerilisasinya terjamin.

Sri Rahayu juga meminta ke organisasi IDI,IBI atau lembaga ikatan lainnya dari Perawat dan Apoteker untuk lebih intesifkan kegiatannya salah satunya dengan mengingatkan "anggotanya" untuk lebih berlaku simpati dan empati kepada setiap pasein dalam berhubungan langsung atau tidak,terlebih berkaitan etika dan estetika saat wawancara denganpasein.

Ungkapan ini semua bukan sebuah ucapan biasa atau tanpa alasan tapi akibat banyaknya pengaduan dari warga Karawang saat reses kemarin,Pungkas Anggota DPRD Jabar tersebut.

Kabar ini diturunkan pihak DLHK,BPMPTSP atau Dinkes Kabupaten Karawang belum memberikan jawaban atas situasi yang berkembang di lapangan termasuk keritik yang dilontarkan legislator asal Farksi Golkar Jabar tersebut.*red

Komentar

Tampilkan

  • Dinkes Kabupaten Karawang Diminta Benahi "Puskesmas Dan Tenaga Medis Tak Memiliki STR"
  • 0

Terkini