Notification

×


Iklan

Karawang Harus Siap Menerima Imbas Buruk Akibat Banyak Warganya Bekerja di Luar Daerah Kena PHK

Sunday, April 12, 2020 | 09:34 WIB Last Updated 2020-04-12T08:08:31Z
Ditengah situasi yang makin tak menentu akibat Pandemi Corona di Tanah Air,perlu kiranya pemerintah daerah Karawang segera memikirkan langkah-langah strategis guna antisipasi selanjutnya sebelum massa pasca wabah terasakan meluas.Permasalahan sosial ekonomi adalah krusial maka perlu kiranya disegerakan untuk dirumuskan sejak dini.(12/4)

Dua hari yang lalu adalah  masa penerapan PSBB di DKI Jakarta.Peristiwa itu berdampak kental kepada Kabupaten Karawang sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota misal meledaknya jumlah ODP akibat urbanisasi balik kandang  (wajib ODP,red) atau mudiknya para tenaga buruh pelabuhan,pegawai perkantoran,bandara,pramusaji,pelajar/mahasiswa,PRT dan lainnya.

Demikian disampaikan awal oleh Wastam Dartum,salah satu warga Karawang saat ditemui dekat Kantor kelurahan Nagasari,Karawang Timur.

Dua hari sejak diberlakukanya PSBB di Jakarta, saya sempat walau tak sengaja berada di pusat kota Karawang,lanjut Dartum.Terlihat dan terdengar jelas banyak warga yang ditemui membicarakan perkembangan perekonomian khususnya di kota Karawang pada saat sekarang dan tak sedikit pula warga sudah berpikir untuk kedepan,yakni pasca wabah serta dampaknya.

"Mereka untuk saat ini sudah terlihat morat-marit akibat tak berjalan normalnya perekonomian dari kalangan menengah ke bawah bagimana kedepan",jelas Dartum yang menceritakan telah muncul argumen pesemis dari warga semacam itu.

Terhentinya aktivitas pabrik atau sejumlah pertokoan di pusat perbelanjan di Kabupaten Karawang seakan sudah mencekik mereka yang berpenghasilan dibawah standar kekinian,tutur lengkap dari Dartum.

Saya juga sempat berdiam diri di
sekitar pintu tol Karawang Barat dan ini hanya baru mungkin akibat pemberlakukan PSBB di Jakart.Dari pagi hingga siang hari terlihat pula orang-orang kita yang bekerja atau belajar dari  ibu kota dan sekitarnya secara bergelombang balik,terang Dartum .

Ada diantara mereka sempat bertegur sapa juga bercerita singkat untuk pengalaman pribadinya selama menetap di Jakarta hingga balik kemarin.Bisa ditarik kesimpulan untuk Pemda Karawang harus bersiap diri bisa menampung korban-korban PHK dan bisa kendalikan perkekonomian lokal dan dampak buruk lainnya.Awas loo .. Ini perlu dikaji dalam sejak dini karena orang Karawang yang bekerja di DKI Jakarta,Depok,Bogor dan Bekasi termasuk Tangerang & Merak untuk  jumlahnya cukup banyak,sebut Dartum.

Pemetaan oleh Pemkab Karawang wajib sejak sekarang bukan hanya tertumpu pada permasalahan kekinian namun nanti pasca wabah pun wajib hukumnya diperhitungan matang,bahkan bukan musthail akan lebih beresiko tinggi dan global untuk dampaknya.Karena dipastikan pula untuk warga Karawang yang bekerja diluar daerah dan terkena PHK akan memberikan imbas buruk pada tatan lain bidang perekonomian surplus dan neraca hasil perkapitanya,tandas dia.

Bila diprediksikan akan munculnya basis warga Misbar (miskin baru,red) di Kabupaten Karawang,menurut ilmu ekonomi  dan perkembangan dari surplus global yang ditelaah,bukan hanya disini tapi peristiwa akan merata di pulau Jawa khusunya,pungkas Dartum.**ted.
×
Berita Terbaru Update