PSSB Luar Daerah Bikin Permintaan Ikan Ciparage Anjlok

Iklan Semua Halaman

Loading...

PSSB Luar Daerah Bikin Permintaan Ikan Ciparage Anjlok

Redaksi
Wednesday, April 15, 2020
Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) yang di berlakukan di wilayah Jabodetabek, berimbas pada menurunnya permintaan ikan Ciparagejaya Kecamatan Tempuran  di pasar domestik dan mancanegara. Akibatnya, harga ikan hasil tangkapan nelayan anjlok drastis sampai 50 persen.

Disisi lain, setoran retribusi yang dibanderol Rp500 Juta dari 11 Tempat Pelelangan Ikan (TPI), ikut tergerek pemasukannya.

"Faktor PSSB, jadi juragan ikan dari Bekasi, Jakarta dan sekitarnya itu terhenti, apalagi ekspor ke Singapura dan Negara Asia lain. Gegara itu, ikan yang betapapun melimpah di laut, di harus di banderol harga 50 persennya, " Kata Manajer TPI Ciparagejaya, Kartono kepada pelitakarawang.com, Rabu (15/4).


Bahkan, sambungnya, pendapatan melaut setiap hari yang masuk TPI Ciparagejaya di kisaran Rp 250 juta, saat ini menurun drastis menjadi Rp100 jutaan saja akibat dampak Covid-19 ini. Namun demikian, kondisi ini, memang di alami masyarakat nelayan di manapun karena dikategorikan sebagai wabah nasional. Harga yang rendah dan suplai ikan keluar yang semakin menyusut, tentu saja tidak sebanding dengan biaya produksi para nelayan. "Biasa normal itu pemasukan Rp250 juta perhari, sekarang hanya Rp100 jutaan, apalagi harga juga 50 persen turunnya, " Katanya.

Lebih jauh ia menyebut, bagi nelayan adanya bantuan stimulan memang cukup membantu nantinya, karena sejauh ini baru ada pendataan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang (DKP) bagi pemilik kapal saja. Sementara nelayan dan lainnya mungkin oleh pemerintah desa. Tapi yang jelas, yang paling diharapkan nelayan, adalah kondisi bisa kembali normal, tidak ada lagi wabah Covid-19 dan pemberlakuan PSSB, karena ini sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi nelayan. "Yang jelas, semua nelayan dan masyarakat pada umumnya, ingin kembali normal saja kondisinya, " Katanya. (Rd)