Notification

×


Iklan

Rupiah Babak Belur :Pemerintah Harus Dorong BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Thursday, April 09, 2020 | 07:35 WIB Last Updated 2020-04-09T00:35:50Z
Puteri Anetta Komarudin mendorong Bank Indonesia (BI) melakukan langkah-langkah strategis untuk menarik minat eksportir yang memiliki Dana Hasil Ekspor untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.Langkah tersebut menurut Puteri penting dilakukan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.(09/4/2020).

Corona Hajar Rupiah :Sudah 74.430 Perusahan &Korbannya PHK Sebanyak 1,2 Juta Orang

“Saya yakin banyak langkah yang dilakukan BI untuk menjaga kurs rupiah tetap kuat. Namun, saya juga ingin mendorong agar BI terus melakukan upaya untuk menarik minat eksportir yang memiliki Dana Hasil Ekspor untuk mengonversi dana tersebut ke dalam rupiah. Langkah ini penting untuk segera dilakukan dalam rangka mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” kata Putkom nama beken dari Puteri Anetta Komarudin.


Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Bidang Keuangan dan Pasar Modal ini pun mendorong BI untuk terus mengimbau rekan-rekan pengusaha dan korporasi di Indonesia untuk berpartisipasi menjaga kestabilan rupiah.

“Apabila membutuhkan dolar Amerika Serikat (USD) secara segera, agar para pengusaha dan korporasi diimbau untuk melakukan lindung nilai (hedging) melalui transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan tidak melakukan seluruh transaksi di spot market agar menghindari risiko nilai tukar rupiah terdepresiasi atas dolar,” tukas Puteri.

Semua langkah-langkah strategis itu menurut Puteri perlu dilakukan dengan maksimal agar nilai kurs rupiah tetap terjaga, tentu saja tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan transparansi. “Semoga nilai rupiah bisa semakin menguat, minimal ke angka Rp 15.000 per dollar AS seperti yang BI targetkan,” harap Puteri.

Kemudian Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan komitmen BI dalam upaya menyelesaikan dampak wabah pandemi COVID-19 dari sisi kebijakan moneter bank sentral.

“Kita berusaha keras untuk melaksanakan stabilitas nilai tukar rupiah. Kami perkirakan akhir tahun bisa menguat Rp 15.000 per dollar AS.Kondisi sekarang mencapai Rp 16.200 per dollar AS karena kondisi global yang memang sedang tidak menentu. Kami akan terus berada di pasar, melakukan stabilisasi melalui spot market, DNDF, juga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” papar Perry,***alw/es/red
×
Berita Terbaru Update