Warga Karawang Merasa Bingung Karena Banyak Surat Edaran, Mana yang Harus Dipatuhi Pasca Wakil Bupati Keluarkan Surat Edaran Baru Jelang Ramadhan

Sebelumnya sudah dituliskan Wakil Bupati Karawang telah mengeluarkan Surat Edaran pada tanggal 22 April 2020.Surat edaran tersebut bernomorkan 450//2149/Kersa yang isi berisikan tentang himbauan pelaksanaan ibadah sholat Tarawih berjamaah di lingkungan mesjid.
Surat tersebut ditujukan kepada Camat Se Karawang,Penyuluh Agama,Kades/Lurah,Pengurus Majlis Taklim,Ponpes,Ketua Ormas,Tokoh agama,masyarakat sampai juga para DKM Se- Karawang.Dalam surat itu tertuliskan pula aturan dan tata cara pelaksanaanya.

Namun sebelumnya Pemerintah Pusat sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020.Dan Kemenag Karawang dan Jabar sudah membuat edaran lainnya sebagai tindaklanjut dari Surat Edaran dari Pusat.

Kabar ini turunkan banyak warga Karawang didunia maya atau nyata merasa dibingungkan oleh isi Surat Edaran Wakil Bupati Karawang tersebut.

Ada yang menilai hirarki surat jelas,sudah ada di pusat bahkan diikuti oleh lembaga-lembaga resmi termasuk lembaga keagamaan di Karawang maka merujuknya itu saja,kenapa muncul surat edaran seperti ini, ya mangga kami lieur ngomongnya,kata narasumber.


Jadi mana yang kami pegang?,ia balik bertanya lagi ujungnya  sambil tertawa lebar.

Termasuk dari Kecamatan Cilamaya sampai mengirimkan Surat edaran yang dibuat oleh satu lembaga keagamaan tingkat Kecamatan dan DMI Kabupaten Karawang.



Bahkan ada yang menilai Surat Edaran Wakil Bupati Karawang telah bertentang dengan Surat Edaran yang sebelumnya dikeluarkan Pemerintah pusat dan Kementerian Agama Provinsi termasuk dengan di Kabupaten Karawang yang dikeluarkan oleh H.Sopian selaku Kepala Kemenag Kabupaten setempat.

Dan Kepala Kemenag Karawang sampai berita diturunkan belum memberikan tanggapan atas beredarnya Surat Edaran terbaru dari Wabup Karawang.

Sebelumnya dituliskan Wakil Bupati Karawang Akhmad Jamakhsyari,memperbolehkan warga Shalat Taraweh berjamaah di Masjid ditengah wabah covid-19.


Namun, kebolehan itu bukan tanpa syarat, karena DKM Masjid, Imam dan Jemaah wajib mengikuti aturan sebagaimana syarat ptotokol kesehatan sesuai surat edaran Nomor 450/2149 / Kesra tertanggal 22 April 2020 tentang himbauan pelaksanaan ibadah shalat tarawih berjamaah di lingkungan masjid.

Menurut Jimmy, himbauan shalat tarawih berjamaah di mesjid bisa dilaksanakan sepanjang memenuhi ketentuan di lingkungan mesjid, seperti tidak terdapat warga positif corona dan bila ada pemudik atau pendatang dari luar kota dan luar negeri harus dilakukan rapid tes di rumah sakit paru atau puskesmas setempat. "Pastikan area dan lingkungan masjid steril dan lantai ruangan pintu serta micropon mesjid dibersihkan dengan disinfektan,” himbau Wabup.
Dikatakannya, DKM yang mengadakan shalat tarawih berjamaah harus menyediakan hand sanitizer dan pengukur suhu tubuh elektrik pelaksanakan shalat tarawih menggunakan masker melaksanakan social distancing berjarak satu meter antar shafnya dan memberi jarak yang cukup kepada jamaah lainnya serta membawa sajadah masing -masing. Begitu juga Imam tarawih, di sarankan agar membaca surat-surat pendek dan memperbanyak taradus ( membaca al quran), berdiam dan bersholawat kepada Nabi Muhamad SAW serta tetap mematuhi saran himbauan pemerintah tentang kewaspadaan pencegahan penyebaran covid-19 .

"Insyaallah seluruh warga Karawang mendapat ridho dan ampunan dari Allah SWT dibulan suci romadhon dan selamat dari wabah virus corona,” Pungkasnya. (Red)















X
X