Notification

×

Iklan

Apdesi : Amburadul, Ada Kades di Karawang Masuk Data Penerima BST Kemensos

Wednesday, May 20, 2020 | 13:11 WIB Last Updated 2020-05-20T06:11:09Z
Jangan sok tau dan membully perangkat dan Kepala Desa soal data Bansos. Itulah kata-kata yang terlontar Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Karawang, Alex Sukardi di sela-sela meredam amarah aparat Desa Telukambulu Kecamatan Batujaya yang geram akibat Bullyan tak pantas oknum masyarakat di media sosial terkait bansos dan program sosial lainnya. Pasalnya, data BDT DTKS yang diambil pusat hasil comotan tahun 2010, membuat riuh setiap distribusi dan penerimaan hingga menuai cercaan yang tidak berkesudahan.


"Mestinya kedepankan diskusi dan tabayun, dan kalo tidak faham masalahnya jangan sok tau, menuduh Pegawe Desa yang ngatur PKH,BPNT padahal BNBA nya sudah ditentukan oleh Kemensos lewat verifikasi dan eksekusinya langsung, " Kata Alex Sukardi.

Bahkan terakhir, ada salah seorang kepala desa di Kecamatan Cilamaya Kulon, ternyata terdata sebagai calon penerima BST Covid-19 dari Kemensos. Ia yakin, kades bersangkutan masih waras dan tidak pernah punya niat, apa lagi mengajukan dirinya sendiri agar dapat BST. Tapi karena data BDT DTKS nya produk tahun 2010, hal begini bisa saja terjadi. "Ada kades yang jadi calon penerima BST Covid-19 di Cilamaya Kulon, saya yakin dia masih waras dan tidak mengajukan dirinya sendiri sebagai penerima, tapi ini akibat BDT DTKS data produk 2010, ternyata terjadi, " Katanya.

Pertanyaannya, sambung Alex sudah seberapa jauhkan publik tahu entang hal ini? Bagaimana rekrutmen PKH,BPNT,BST,BAN GUB? Mudah-mudahan seluruh perangkat desa diberi kesabaran dan tetap semangat dlm melayani warganya. "Pertanyaannya, sejauh mana publik tahu tentang hal ini, rekrutmennya, proses verifikasinya? Kita hanya bisa menghela nafas, semoga para perangkat di berikan kesabaran, " Pungkasnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update