Notification

×


Iklan

Berapapun Jumlah Desanya, Beras "Berkutu" Corona Cuma 2 Ton Per Kecamatan

Monday, May 11, 2020 | 14:30 WIB Last Updated 2020-05-11T07:30:34Z
Beras yang semula sempat di rekomendasikan untuk pengadaan dapur umum pada Toko Tani Indonesia (TTI), justru datang dari Bulog Sub Divre Karawang - Bekasi dengan suplay rata 2 ton setiap Kecamatan. Beras jenis medium yang menuai keluhan karena berkutu dan "ngebul" tersebut, di distribusikan tanpa lauk pauk dan tambahan anggaran pengadaannya. 

"Saya belum hafal, ini teh bakal turun gak lanjutannya? Kan PSBB dua Minggu, tapi ngasih beras mediumnya cuma 3 karungan setiap desa. Kalau di masak, sehari dua hari juga habis, " Kata Kades Pulosari, H Kana Sanusi di sela-sela distribusi beras di aula Kecamatan Telagsari, Senin (11/5). 

Kades Linggarsari, H Rasan Effendi mengatakan, kalau beras raskin dulu, ada kualitas tidak baik, boleh di laporkan dan di tukar kembali, tapi bantuan beras yang baru turun ini, ia tidak tahu, apakah bisa ditukar atau tidak. Yang jelas, memang kualitasnya kurang bagus. "Kalau bisa di tukar, harusnya di tukar. Sudah sedikit, kualitasnya juga kurang baik, " katana.

Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan, Tamim mengatakan, semua Kecamatan digebuk rata mendapatkam 2 ton, tanpa melihat berapa jumlah desanya. Beras jenis medium, ini nanti di bagi dengan jumlah desa yang ada setiap Kecamatan, kebetulan di Cilamaya Wetan ada 12 desa, setidaknya masing-masing desa akan dapat 2-3 Kwintalan, "Dapatnya 2 ton, gak tahu ini berkelanjutan atau enggak, " Katanya.

Camat Telagasari, Hj Yetty Yuliati mengatakan, kecamatan dengan jumlah desa 7 maupun 10 atau 14 desa, tetap mendapatkan rata 2 ton beras. Sehingga, jumlah 2 ton ini harus dibagi lagi dengan jumlah desa. Kualitas beras, diakui Camat sebenarnya bagus, cuma karena mungkin terlalu lama di gudang, jadi muncul kutu atau istilah lain "toko". Para kades, tetap harus membuat dapur umum dan masak beras tersebut untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat, baik untuk takjil maupun sahur, semuanya harus memastikan jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan ditengah wabah pandemi Covid-19 ini. " Majalaya yang 7 desa dan kita Telagsari yang 14 sama dapat 2 ton, " Katanya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update