Notification

×


Iklan

Kades di Karawang "Ngamuk" Bansos Gubernur Salah Sasaran, Ocih : Saya Mau Gugat Kantor Pos !

Tuesday, May 05, 2020 | 10:32 WIB Last Updated 2020-05-05T09:12:15Z
Bantuan Sosial dari Gubernur Jawa Barat di Kecamatan menuai polemik. Data yang cuma 4 KK se Kecamatan dari DTKS, justru jadi bumerang di Desa Ciwaringin Kecamatan Lemahabang.Karawang.



Menyusul, ojek dari Kantor Pos yang tanpa pengawalan RT, RW maupun kepolisian di lapangan itu,justru menyasar keluarga yang salah alamat.Sementara,objek yang seharusnya mendapatkan bantuan berupa sembako Rp350 ribu dan tunai Rp150 ribu tersebut, justru harus gigit jari gegara nama dan alamt RT sama.

"Saya gak terima,karena nama warga atas nama Hadi ini memang sama dengan sasaran yang kurang mampu, begitupun RT/RW nya. Eh yang dapat justru atas nama Hadi yang punya sawah, warung dan kontrakan. Logika orang Pos itu bagaimana sih ! Mantak naon nanya dulu ke pemerintah desa, sekaliber Pos jadi salah begini,"Geramnya, Selasa (5/5).

Ocih menambahkan,Desa Ciwaringin hanya mendapat dua KK dari Gubernur yang DTKS,di kira akan betul distribusinya, ternyata justru jadi gejolak, dimana warga justru mempermasalahkannya dan menyasar kesalahan kepada pemerintah desa. Ini terjadi di Dusun Selang II RT16/04,

Saat dirirnya ontrog warga mampu yang diberikan oleh Pos tersebut memlnanyakan bantuan sembako dan uang tunai, mereka justru bilang sudah habis, sementara warga atas nama Hadi di RT dan RW yang sama dan tidak mampu ini, justru tidak dapat apa-apa. Atas kejadian ini, ia meminta TKSK,Muspika Kecamatan bahkan Dinas Sosial, agar menegur dan menghadirkan kepala-kepala kantor pos setiap kali rapat bersama. Bila perlu, akibat salah sasaran ini, ia berani untuk mengguggat. "Saya cape seolah-olah desa yang di salahkan warga, kalau bantuan yang diantarkan pos salah sasaran atau salah alamat, saya sendiri yang akan gugat kantor Pos, " Tandasnya.

Lebih jauh Ocih menambahkan, kalau tahu begini, lebih baik menolak saja bantuan tersebut. Silahkan, kabar ini di sebar, biar Gubernur tahu, bahwa selain data yang sedikit, sasaran juga salah akibat kinerja kantor Pos yang buruk. "Mending kalau dua orang juga rapi dan tepat mah, ini mah ada dua nama di RT yang sama, yang di kasih yang punya sawah, warung dan kontrakan. Kan Gila " Ungkapnya.

Ketua TKSK Kecamatan Lemahabang,Zaenal mengatakan, data awal di Lemahananh untuk bansos Gubernur itu ada 2.165 KK kemudian menyusut jadi 779 KK hasil verifikasi karena banyak yang doubel dengan BPNT dan PKH, namun pada kenyataannya memang yang DTKS ini, justru hanya dapat 4 KK saja, yaitu 1 di Desa Pulomulya, 1 di Desa Pulokalapa, dan 2 di Desa Ciwaringin. Bantuan ini, sudah tiba 3 hari yang lalu,dan ternyata memang pihak pos keliru mendistribusikan bantuan tersebut kepada orang yang mampu dan tidak sesuai NIK yang tertera. 


"Kita akan koordinasikan ini, bahaya kalau ada data nama dan alamat sama, tapi orangnya berbeda tapi pos justru memberikan bantuan itu kepada data yang tidak sesuai, seperti di Ciwaringin ini, " Ungkapnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update