Notification

×


Iklan

Kades di Wadas : Kalau Mau Jujur, Kami Sudah Lelah Urusi Bansos

Tuesday, May 05, 2020 | 15:11 WIB Last Updated 2020-05-05T08:11:47Z
Melayani masyarakat menjadi "Resiko Jeneng" para Kepala Desa saat terpilih. Namun, gegara urusan data dan bantuan sosial Covid-19 yang banyak posnya, para Kades nampaknya sudah sangat banyak menyita waktunya yang belum berkesudahan. Bullyan, cibiran dan bulan-bulanan dari masyarakat secara langsung maupun sindirian di media sosial, harus di telan pahit sebagai resiko jabatan. 

"Kalau mau jujur, sebenarnya sudah malas kita itu urusi bansos dan segudang data yang tak pernah berkesudahan. Betapapun data-data itu turun dari pusat dan daerah, kita verifikasi berulang-ulang selalu invalid juga percuma. Karena warga tahunya salah desa, salah aparat dan semua pegawai yang salah, " Keluh Kades Pulojaya Solehudin.

Senada dikatakan Kades Ciwaringin, Hj Ocih. Urusan data, mengolah data sampai harap verifikasinya kalau mau jujur untuk bansos ini, ia sudah habis Rp5 jutaan untuk operator, fotocopy KK, ATK warga dan lainnya. Karena apa ? Karena ia ingin, semua masyarakatnya yang benar-benar terdampak dan tidak mampu gegara covid-19 ini, bisa mendapatkan bantuan dari pintu pos manapun, baik BPNT, PKH, BanGub, Pemkab maupun Kemensos dan Dana Desa. Tapi, kenyataannya ada yang salah sasaran, data yang di ajukan justru invalid dan menyusut dari pusat dan daerah, akhirnya Bullyan itu sasarannya kepada pegawai dan Kades. "Sesekali ada masyarakat bilang, "Buta" kepada saya, karena menganggap yang mampu dapat dan yang tidak mampu tidak dapat, saya terima dan sudsh tahu resiko jabatan, " Katanya. 

Kades Pasirtanjung, Saepudin mengakui hal yang sama. Dirinya lebih fokus mengurus ajuan-ajuan fisik infrastruktur yang belum turun untuk pembangunan desa. Karena, ia percayakan soal ini kepada para pegawai desanya. Karena, urusan bansos, sedari awal memang berpeluang ada ketidakberesan data, ajuan dan polemik di lapangan. "Males aslinua urusi bansos, data warga banyak yang tumpang tindih dan invalid terus, " Ujarnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update