Notification

×

Iklan

Pedagang Komplek Makam Syekh Quro Paceklik Panjang

Friday, May 29, 2020 | 13:04 WIB Last Updated 2020-05-29T06:04:32Z
Meskipun bergulir rencana New Normal awal Juni, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali di perpanjang Sampai 12 Juni di Provinsi Jawa Barat. Hal ini membuat Kades Pulolakapa Kecamatan Lemahabang, Popon Fatmawati gundah. Menyusul, penutupan wisata ziarah di komplek makam syekh Quro, masih belum bisa di buka, utamanya para peziarah dari luar Karawang. Bahkan, para pedagang di sekitaran komplek makam, mengalami paceklik berkepanjangan karena omsetnya turun drastis hampir tiga bulan terakhir. 

"Para pedagang di komplek makam itu mayoritas merupakan warga Pulokalapa, mereka sampai gadai dan menjual barang berharga untuk mencukupi kebutuhan hidup, " Kata Popon Fatmawati Kades Pulokalapa, Jumat (30/5). 

Popon menambahkan, peziarah lokal apakah boleh di izinkan masuk lagi jelang new normal dengan syarat ikut protokol kesehatan dan pembatasan jumlahnya, atau memang masih harus tutup total. Sebab, ia balik merasa khawatir dengan ekonomi para pedagang di komplek makam, betapapun sebagian dari mereka mendapatkan bantuan sosial. Minimal, dengan menerima peziarah lokal dengan pembatasan jumlahnya, pedagang semisal minyak wangi, air mineral dan kembang masih bisa payu. "Kita bukan ingin segera membuka wisata ziarah, tapi lebih pada konsultasi dulu dengan Muspika, sebab ada kekhawatiran pedagang di sekitar komplek makam, merosot ekonominya beberapa bulan terakhir, " Katanya. 


Plt Camat Lemahabang, Artha mengatakan, selama ada kebijakan PSBB dan jelang New Normal sekalipun, pariwisata termasuk mengumpulkan kerumunan orang, masih harus di batasi termasuk ziarah ke komplek makam syekh Quro. Kalau sekedar ziarah satu dua orang, boleh-boleh saja, asalkan kegiatan tawasulan di malam sabtuan untuk di tiadakan sementara sampai fase new normal nanti berjalan. Tapi tetap, sebut Arta, protokol kesehatan wajib di perhatikan dan menjadi wajib ketika masyarakat peziarah masuk ke komplek makam. "Kalau untuk kerumunan masih ada pelarangan, diharapkan tetap ada pembatasan dan mewajibkan protokol kesehatan di sekitar komplek makam syekh Quro, " Ujarnya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update