Benarkah Wanita Berpayudara Besar Lebih Berisiko Menderita Kanker Payudara?

Iklan Semua Halaman

Loading...

Benarkah Wanita Berpayudara Besar Lebih Berisiko Menderita Kanker Payudara?

Red
Monday, June 29, 2020
Payudara merupakan salah satu aset berharga wanita. Namun, banyak wanita yang enggak percaya diri dengan ukuran payudara yang dimiliki karena dianggap terlalu kecil atau bahkan terlalu besar. Makanya banyak banget wanita yang melakukan operasi plastik guna mempercantik ukuran payudaranya.

Bicara soal ukuran payudara, banyak yang menyebut bahwa payudara besar lebih berisiko terkena kanker payudara. Memangnya benar?
Melansir laman Medical Daily (22/6/2020) sebuah studi baru dari Australia melaporkan wanita dengan ukuran payudara lebih besar memiliki insiden lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan wanita dengan payudara berukuran kecil.
Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di The University of Western Australia dan BreastScreen WA. Para peneliti mengumpulkan data dari lebih dari 700.000 wanita di Australia. Data tersebut dikumpulkan dari wanita usia di atas 40 tahun dan 55.000 diantaranya berasal dari wanita yang memiliki payudara besar. Para peneliti menggambarkan ukuran payudara besar yang membutuhkan kaset film mammogram yang lebih besar 24 x 30 cm sedangkan film mammogram standar membutuhkan 18 x 24 cm.
Wanita dengan payudara yang lebih besar memiliki lebih banyak jaringan pemicu kanker untuk tumbuh. Selain itu, payudara lebih besar terkait dengan tingkat estrogen yang lebih tinggi sehingga bisa membahayakan kesehatan wanita.
Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa kepadatan payudara wanita bisa meningkatkan risiko kanker payudara tetapi hubungan sebab akibat antara ukuran payudara dan kanker belum ditetapkan. Para ahli mengatakan bahwa banyak faktor yang berhubungan kanker payudara yang diidap oleh wanita, seperti usia, menopause, etnis, obesitas, faktor gaya hidup, dan lain-lain.
"Studi ini mengkonfirmasi kesesuaian skrining mamografi untuk wanita dengan payudara besar," tulis para penulis studi dalam jurnal tersebut.
Mamografi tahunan direkomendasikan untuk semua wanita setelah usia 40 tahun, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa tes sekali setahun ini telah menyebabkan diagnosis kanker yang berlebihan di AS. Para ahli mengatakan bahwa diagnosis ini menyebabkan stres tambahan, kecemasan, dan perawatan medis. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal The Breast.**