Cek Fakta Benarkah Militer China Masuk ke Indonesia Sebagai Pekerja Proyek?

Iklan Semua Halaman

Cek Fakta Benarkah Militer China Masuk ke Indonesia Sebagai Pekerja Proyek?

Redaksi
Thursday, June 4, 2020
Sebuah pesan tentang militer asal China yang menyamar sebagai pekerja proyek di Indonesia beredar di media jejaring sosial Facebook.



Pesan itu mengklaim para pekerja asal China merupakan tentara Partai Komunias China atau PKC.


Berikut narasi terkait unggahan itu:


"Penyamaran Kalian  Terbongkar Sudah . Mereka ini Aslinya Militer Dari RRC Masuk Ke Indonesia Nyamar Jadi Pekerja Proyek


Hasil tangkapan semalam di Karawang... pekerja LRT ...ternyata TENTARA MERAH PKC... VIRAL kan..."


Dalam unggahan yang dipublikasikan pada 31 Mei 2020 itu disertakan pula foto kumpulan orang yang sedang jongkok dan buku warna merah dengan lambang palu arit.

Namun, benarkan terdapat militer China yang menyamar menjadi pekerja proyek di Indonesia?


Penjelasan:

Dari hasil penelusuran Antara, foto orang berkerumum yang diunggah oleh akun Facebook tersebut merupakan foto pengamanan terhadap enam warga negara China di Kabupaten Karawang pada 2018. 


Foto itu pernah digunakan oleh Detik.com dalam berita berjudul berita "Aparat Jaring 6 WN China di Karawang" yang dipublikasikan pada 18 September 2018. 


Berita itu menyebutkan orang-orang yang diamankan dalam ruangan itu bukanlah anggota militer China dari Partai Komunis China yang sedang menyamar sebagai pekerja proyek. Mereka adalah warga negara China yang terjaring aparat keamanan di salah satu hotel di Kabupaten Karawang.

Mereka ditangkap setelah mendatangi tempat pijat. Sejumlah warga sempat menegur mereka saat berada di spa. Warga pun mendatangi mereka di hotel lokasi mereka menginap.


Dari hasil pemeriksaan, keenam orang tersebut dinyatakan tidak melakukan pelanggaran keimigrasian, karena memiliki dokumen resmi.


Petugas memang menemukan buku saku merah berlambang palu arit yang dibawa oleh mereka. 

Buku itu adalah buku saku Partai Komunis China. Namun pada saat itu Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan tidak ada penyebaran paham komunis oleh keenam warga negara China tersebut.


Facebook lantas menandai unggahan tersebut sebagai informasi palsu atau hoaks.#Ant