Di Jabar , Rapid Test Masif Mulai di Pusat -pusat Perbelanjaan

Iklan Semua Halaman

Loading...

Di Jabar , Rapid Test Masif Mulai di Pusat -pusat Perbelanjaan

Redaksi
Wednesday, June 10, 2020
Pusat perbelanjaan wajib menerapkan protokol kesehatan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB. Untuk itu Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) akan terus memantau penerapan protokol kesehatan sekaligus meningkatkan jumlah pelaksanaan rapid test di pusat perbelanjaan.(10/6/2020).
Sebagai langkah awal, pantauan dilakukan di Yogya Plaza, Kota Cimahi, Selasa (9/6/20). Ketua Gugus Tugas sekaligus Gubernur Jabar Ridwan Kamil memantau kegiatan itu.
Dari hasil pantauan, menurutnya protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik di pusat perbelanjaan tersebut. Tidak ada kerumunan pengunjung, jaga jarak pun diterapkan saat pembayaran, dan lift pengunjung memakai tusuk dari bambu untuk menekan tombol. 
"Tadi saya cek protokol kesehatannya sudah baik, kalau ngantri sudah ada stiker pemberitahuan jaraknya, menekan lift juga pakai tusuk gigi lalu dibuang," katanya.
Ia berharap protokol kesehatan mesti diterapkan dengan disiplin di semua fasilitas publik, supaya penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di 30 kegiatan berjalan optimal. 
"Proses teknisnya kami serahkan ke wali kota/bupati yang memiliki diskresi mana yang diatur dan ditutup sesuai dengan kondisi wilayahnya," imbuhnya. 
Berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, kata Kang Emil, pusat-pusat perbelanjaan mesti diwaspadai, termasuk pasar tradisional.
Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar pun akan memfokuskan pengetesan masif di pasar-pasar tradisional guna menekan potensi sebaran COVID-19. 
"Ada 700 pasar di Jabar yang kita datangi dengan Mobile COVID-19 Test, seperti ambil contoh di pusat perbelanjaan Yogya Cibabat ini, ada dua kendaraan yaitu mobile rapid test, nanti hasil screeningnya langsung dites swab oleh mobil satunya lagi," katanya. 
Sejauh ini, menurut Kang Emil, hasil pengetesan di Kota Cimahi belum ditemukan kasus positif terkonfirmasi dari hasil sampel yang diambil di pusat perbelanjaan modern. Tapi, hasil positif ditemukan di pasar-pasar tradisional.
"Laporan dari pak Wali kota Cimahi, kegiatan di lokasi perbelanjaan seperti Yogya ini cenderung aman, tidak banyak kasus positif, tapi berbeda dengan pasar tradisional. Itu kenapa kita fokus ke pasar tradisional," ucapnya. 
Selain itu, salah satu RT di Kota Cimahi sudah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) karena seorang warganya positif COVID-19. Sekitar 177 warga di RT tersebut dites swab dan menjalani isolasi mandiri. Mereka berpotensi terpapar virus SARS-CoV-2 karena pernah berkontak dengan pasien positif COVID-19.
"Di Cimahi juga ada satu RT jumlah warganya 177 sudah dites. Hasilnya, yang positif, hanya dua orang yaitu di kelurahan Karangmekar. Jadi, warga tidak usah khawatir, tapi sesuai prosedur lingkungannya harus dikarantina mikro," katanya.**ts