Diamankan Densus 88, Orangtua Tak Yakin Anaknya Masuk Jaringan Teroris

Iklan Semua Halaman

Loading...

Diamankan Densus 88, Orangtua Tak Yakin Anaknya Masuk Jaringan Teroris

Redaksi
Tuesday, June 9, 2020
Densus 88 Antiteror disebut-sebut telah mengamankan seorang terduga teroris di Karawang AM (31) warga Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya. Terduga teroris itu diamankan sesaat setelah berangkat ke pasar Telagasari, untuk berjualan bahan baku olahan baso ayam.


Ditemui Wartawan di Kediaman Orangtua AM, MD (49) menerangkan, anaknya tersebut ditangkap petugas berpakaian dengan penutup kepala lengkap membawa senjata laras panjang saat berangkat ke pasar Telagasari untuk berjualan Senin (9/6) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

“Benar (soal penangkapan) adanya penangkapan anak saya. Ditangkap pukul 04.00 pagi Wib kemarin saat berangkat jualan ke pasar ,” kata MD, Selasa (9/6) di rumahnya Kampung Ciranggon II.

Saat mendengar anaknya ditangkap Densus 88 antiteror dari kakaknya di pasar Telagasari, tidak berselang lama sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan petugas dengan penutup muka dan membawa senjata lengkap mengepung rumah dan menggeledah kamar anaknya. "Saya shock, banyak petugas datang dan meminta izin untuk menggeledah kamar anak saya, namun tidak ada barang yang dibawa," tandasnya.

Hingga saat ini belum diketahui, AM berada dimana dan tidak yakin anaknya yang ini terlibat dalam jaringan teroris apa, karena tidak pernah ada keterangan resmi dari pihak kepolisian sampai saat ini. Dia menegaskan anak tunggalnya tidak pernah terlibat jaringan teroris karena keseharian hanya berjualan olahan baso ayam di pasar. "Saya tidak yakin anak saya terlibat jaringan teroris karena sepengetahua saya tidak pernah ada asing datang atau pergi jauh dalam waktu yang lama," tegasnya.

Selama ini tambahnya, anaknya hanya beraktivitas jualan dipasar, setelah itu pulang jualan tidak pernah pergi jauh, hanya saja, setiap malam sering main HP hingga larut malam. "Aktivitas keseharian anak saya tidak ada yang ganjil apalagi masuk jaringan teroris, sangat tidak yakin," Ujarnya.

Namun, kata dia, petugas menginformasikan bahwa diamankannya AM (anaknya) ada indikasi dari aktivitas postingan AM di sosial media (sosmed), sehingga diamankan petugas Densus 88. "Katanya sih indikasi dari sosmed," katanya.

Lebih lanjut, ia berharap, kasus yang menimpa AM ini cepat selesai. "Resah saya pak, banyak asumsi-asumsi liar di masyarakat. Padahal belum tentu anak saya ini terlibat dalam jaringan teroris. Semoga cepet selesai aja lah masalah ini," tutupnya. 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Karawang maupun Polda Jabar terkait di amankannya AM warga Ranggon Kecamatan Majalaya tersebut (rd/Ki)