Notification

×

Iklan

Miliki 1.200 Santri, Pesantren Baitul Burhan Jadi Pondok Tangguh Kedua di Karawang

Wednesday, June 24, 2020 | 16:01 WIB Last Updated 2020-06-24T09:13:34Z
Sebanyak 1.200 santri dari dalam dan luar daerah, mukim di Pesantren Baitul Burhan Desa Lemahduhur Kecamatan Tempuran.Setelah sebelumnya meresmikan pesantren tangguh di Ashiddiqiyah Cilamaya,Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin,bersama Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Medi Haryono Wibowo kembali menggelar kegiatan serupa di Pesantren Asuhan KH Sofwan Abdul Gani atau yang akrab di sapa Ajengan Wawan. (24/6/2020).
Program pondok tangguh sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren itu, menekankan protokol kesehatan kepada semua santrinya dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, mulai dari pengajian dan salat berjamaah, Istiqomah menerapkan sosial distancing. 

Tidak itu saja, Dandim dan Kapolres yang kagum dengan sarana dan fasilitas pesantren yang memiliki masjid kubah emas super mewah ini, juga meninjau gudang ketahanan pangan dan pengembangbiakan ikan lele di komplek pesantren. 

Camat Tempuran Suwandi Ap mengarakan, Muspika ikut serta mendampingi Kapolres dan Dandim kunjungan ke pesantren Baitul Burhan dalam rangka tinjauan program "Pondok Tangguh".

Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk memberikan pesan dan tinjauan protokol kesehatan di lingkungan pesantren agar tetap di jalankan, itu demi kesehatan pengurus beserta santri tetap terjaga. 

Dari hasil tinjauan memang, kegiatan pesantren sejauh ini berjalan dengan protokol kesehatan, dan ada pengurangan volume belajar, sementara untuk kegiatan sekolah formalnya masih menunggu arahan pemerintah. "Santri disini kan 1.200 orang, dari Bekasi, Jakarta, Bogor hingga Flores, jadi beliau (Kapolres dan Dandim) tinjau protokol kesehatan memastikan pondok tangguh covid-19 ini berjalan sesuai protokol kesehatan, " Ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut baik Kapolres dan Dandim, memberikan sambutannya kepada semua santri pesantren Baitul Burhan agar selalu tertib dan memperhatikan protokol kesehatan yang sudah lengkap di sediakan pihak pesantren, baik media cuci tangan, disinfektan, jaga jarak hingga cheking suhu tubuh, termasuk ruangan klinik kesehatan dengan isolasinya. (Rd)
×
Berita Terbaru Update