Pendamping : Jangan Bikin Prasasti DD, Tapi Tumpang Tindih Dengan Bantuan Lain

Iklan Semua Halaman

Loading...

Pendamping : Jangan Bikin Prasasti DD, Tapi Tumpang Tindih Dengan Bantuan Lain

Redaksi
Tuesday, June 16, 2020
Pembangunan fisik di desa-desa diminta semakin profesional. Adanya tim monitoring, diharapkan bisa memberikan peringatan saat ada temuan pemeriksaan fisik, tumpang tindih dengan bantuan lainnya seperti aspirasi maupun reguler dari Dinas.

Pendamping Desa Cilamaya Kulon, Mahrus Aly mengatakan, monitoring tim adalah hal biasa dan harus dilakukan, baik verifikasi maupun peninjauan fisik untuk belanja dan realiasi Dana Desa. Termasuk ditahun ini untuk realsiasi BLT Covid-19 dari Dana Desa yang tidak boleh kurang dari Rp600 ribu per KK. Jumlahnya jelas, kuotanya juga jelas hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang tidak boleh doubel dengan bansos lainnya. Sampai pada tataran monitoring fisik seperti jalan, bangunan, turap maupun lainnya. "Monitoring itu hal biasa dan menjadi wajib dilakukan tim setiap tahun, " Katanya. 


Mahrus menambahkan, bukan saja bansos yang dilarang doubel, untuk fisik juga ia mewanti-wantu agar jangan sampai doubel. Misalnya, prasasti memang dibeli, tapi titik lokasinya setiap tahun, itu-itu saja, seperti Dana Desa di lokasi itu, kemudian Aspirasi DPRD maupun reguler juga sama. Sehingga, bisa jadi over laping atau tumpang tindih. Dari sini, posisi monitoring harus lebih jeli. "Jangan sampai ada fisik bantuan yang juga doubel, Alhamdulillah Cilamaya Kulon mah tidak ada, " Pungkasnya. (Rd)