Presiden : Setiap Pasein Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Dapat Santunan , Ini Keterangan Lengkapnya

Iklan Semua Halaman

Loading...

Presiden : Setiap Pasein Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Dapat Santunan , Ini Keterangan Lengkapnya

Breaking News
Monday, June 29, 2020

Presiden Jokowi meminta pembayaran pelayanan kesehatan yang terkait kasus virus corona di Indonesia dipercepat. Termasuk bantuan santunan untuk pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

"Saya minta pembayaran imbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan COVID dipercepat pencairannya," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6).

"Jangan sampai ada keluhan, misal yang meninggal ini harus segera bantuan santunan (diberikan). Itu harus mestinya setelah meninggal langsung bantuan santunannya keluar," imbuhnya.

Ia meminta kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempermudah pembayaran pelayanan kesehatan, seperti klaim rumah sakit hingga insentif untuk tenaga medis dan petugas laboratorium. Jika masih ada prosedur yang berbelit-belit, Jokowi minta dipangkas segera.

"Jangan sampai prosedurnya di Kemenkes betul-betul harus dipotong, jangan sampai bertele-tele. Kalau aturan di Permennya (Peraturan Menteri) terlalu berbelit ya disederhanakan," jelas Jokowi.

Jokowi sebelumnya menyentil penyerapan anggaran Kemenkes untuk penanganan pandemi COVID-19 hingga membuatnya jengkel.

"Untuk pemulihan ekonomi nasional, misalnya saya berikan contoh bidang kesehatan. Itu dianggarkan Rp 75 triliun. Rp 75 triliun baru keluar 1,53 persen coba," kata Jokowi pada rapat kabinet, Kamis (18/6), yang baru diunggah oleh akun YouTube Sekretariat Presiden.

Apalagi ia mendapati insentif untuk tenaga medis yang sejak April dijanjikan baru sedikit yang terealisasi.

Bagi pasien COVID-19 yang meninggal dunia, ahli waris pasien akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta per orang. Bantuan ini diberikan oleh Kemensos.

Sementara Kemenkes juga menyiapkan insentif yang berbeda-beda bagi tenaga medis. Misalnya, dokter spesialis setinggi-tingginya sebesar Rp 15 juta, dokter umum dan gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta, serta tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Pemerintah juga menetapkan santunan Rp 300 juta untuk setiap tenaga kesehatan yang meninggal karena virus corona saat memberikan pelayanan kesehatan** Kumparan