Satu Kabar Baik karena Bansos Segera Cair! Ini Jadwal dan Lokasi Penyaluran Bansos

Iklan Semua Halaman

Satu Kabar Baik karena Bansos Segera Cair! Ini Jadwal dan Lokasi Penyaluran Bansos

  Kabar   Karawang
Tuesday, June 30, 2020

Saat wabah corona menyebar, banyak masyarakat kecil yang terkena dampaknya.

Banyak dari mereka yang tak bisa berusaha atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.

Kabar baiknya, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sigap dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.

Ini jugalah yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali menyalurkan bantuaan sosial (Bansos) ke warga terdampak pandemi virus corona.

Penyaluran bansos tersebut dilakukan sejak 24 Juni hingga 7 Juli 2020.

Pemprov DKI berkolaborasi dengan Kemensos untuk menyalurkan bansos tahap empat tersebut.

"Sejak hari Rabu (24/6/2020) lalu, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Tahap 4. Yaitu ke rumah-rumah dari 2,4 juta keluarga miskin dan rentan terdampak covid-19, baik KTP DKI ataupun KTP Non DKI yang bermukim di Jakarta," tulis dalam akun Instagram @dkijakarta, Minggu (28/6/2020).

Penyaluran bansos itu dilakukan ke seluruh lima kota dan satu kabupaten di Jakarta.

Dengan nilai paket bansos yang diberikan sebesar Rp 275.000.

"⁣Terima kasih atas gerak cepat jajaran pemerintah kota hingga RT-RW/ kader dasawisma, dan juga apresiasi kepada aparat TNI-Polri yang membantu pendistribusian bansos langsung ke rumah warga," tulisnya.

Kurangi Jumlah Penerima

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara berangsur akan mengurangi jatah pembagian bantuan sosial (bansos) bagi warga rentan miskin yang terdampak Covid-19.

Bantuan sosial dari Pemprov DKI sendiri sudah didistribusikan sejak April lalu, atau tepat setelah pemberlakuan PSBB tahap pertama.

Pemprov DKI akan meneruskan bansos hingga Desember 2020.

Secara total, Pemprov bersama Kementerian Sosial akan mendistribusikan bansos dengan total lebih dari 2,4 juta kepala keluarga (KK).

Rinciannya, 1.299.849 KK kewajiban Kemensos, dan 1.147.537 KK tanggung jawab Pemprov DKI lewat Dinas Sosial.

"Perlu diketahui pembagian sembako kita akan terus dilaksanakan sampai gelombang pertama Juli."

"Dan diteruskan sampai Desember," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam diskusi virtual, Jumat (26/6/2020).

Tapi, jumlah calon penerima akan berangsur berkurang hingga menuju Bulan Desember, seiring pelonggaran sejumlah sektor secara bertahap dan perbaikan ekonomi warga pasca-penerapan masa transisi.

Mengingat di masa transisi ini, warga yang mencari penghasilan dari ojek daring dan usaha yang sebelumnya dilarang buka, kini bertahap sudah kembali dibolehkan beraktivitas.

Mereka yang ekonominya sudah kembali pulih nantinya akan dihapus dari daftar penerima bansos.

"Namun demikian, nanti jumlah pembagian sembako akan semakin berkurang seiring pelonggaran dan perbaikan ekonomi kita," ucapnya.

"Karena sebelumnya ojek online dan usaha yang tidak bekerja atau mati itu bisa bekerja kembali."

"Dan nanti secara berangsur tidak mendapat bantuan sosial," tutur dia.

Guna memperlancar proses tersebut, Pemprov DKI sudah aktif melakukan pencatatan dan pemutakhiran terhadap data calon penerima bansos.

Kata Riza, pemutakhiran data yang akurat jadi penting untuk menghindari masalah baru di masa mendatang.

"Tentu kita harus punya data primer yang baik sehingga pengurangan-pengurangan itu tidak menimbulkan masalah baru," papar Riza.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari P Batubara mengungkapkan pihaknya telah bertemu dan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terkait bantuan sosial (bansos) sembako khusus Covid-19.

Menurut Juliari, Pemprov DKI Jakarta menyatakan hanya ikut bersama pemerintah pusat menyalurkan bansos sembako khusus hingga Juni 2020.

Untuk periode Juli hingga Desember 2020, Pemprov DKI tak lagi ikut program penyaluran bansos khusus itu.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan Pemprov DKI beberapa hari lalu."

"Karena kami dapat konfirmasi untuk Juli sampai Desember Pemprov DKI akan fokus ke program lain."

"Dan tidak akan melanjutkan program bansos sembako yang mereka jalankan di bulan ini," kata Juliari saat konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (17/6/2020).

Program bansos sembako khusus Covid-19 ini diberikan untuk wilayah Jabodetabek.

Sejak awal, pemerintah pusat menargetkan 2,1 juta keluarga penerima manfaat.

Juliari mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menyatakan keluar dari program itu lantaran akan mengalihkannya ke program lain.

Maka dari itu, pemerintah pusat akan fokus ke target penerima manfaatnya menjadi 1,3 juta keluarga.

"Target 2,1 juta keluarga itu dibagi 1,3 juta keluarga oleh Kemensos dan 800 ribu oleh Pemprov DKI."

"Untuk Juli sampai Desember menjadi 1,3 juta keluarga, dan akan dikelola seluruhnya oleh Kemensos," jelas Juliari.

Terkait data penerima manfaat, Juliari meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan perbaikan, jika masih ada data yang belum disempurnakan.

"Menyangkut data kami sudah sampaikan kepada Pemprov DKI, apabila masih ada data-data yang kurang baik segera dilakukan perbaikan.

"Dan kami juga siap menerima perbaikan-perbaikan data tersebut."

"Sehingga pada penyaluran berikutnya, khususnya gelombang kedua Juli-Desember, data-data yang kami terima lebih baik lagi," tuturnya.

Juliari juga terus mengejar target 100 persen penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Ada pun penyaluran bansos reguler yang digelontorkan kepada masyarakat ada dua program, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Kartu Sembako.

Juliari menyebut, hingga Juni 2020, baru tersalurkan sebesar 95,4 persen.

“Untuk PKH, realisasi per Bulan Juni ini sudah 95,4 persen, yaitu 9,54 juta keluarga penerima manfaat sudah menerima dana."

"Totalnya sekitar Rp 2,42 triliun,” beber Juliari.

Juliari pun mengatakan, masih ada kurang lebih 456.671 keluarga yang belum menerima bantuan atau dana, kurang lebih totalnya sekitar Rp 130 miliar.

Ia pun berjanji segera mengejar target tersebut hingga akhir Juni ini.

“Insyaallah sampai akhir bulan ini bisa seluruhnya tersalurkan hingga pencapaian bisa 100 persen atau 10 juta penerima manfaat,” paparnya.

Adapun untuk program bansos reguler kedua adalah Kartu Sembako atau bantuan pangan non-tunai.

Politikus PDIP ini menyebut progress penyaluran hingga Juni 2020 telah mencapai 18,3 juta keluarga.

Tentunya, realisasi itu masih di bawah target yang ditetapkan, yaitu menjangkau 20 juta keluarga.

Juliari pun menjelaskan alasan belum tercapainya progress 100 persen.

Yakni, karena pada saat pandemi Covid-19 ini penyaluran bansos harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

Juga, sebagian besar dari sisa target penerima manfaat berada di wilayah remote area yang sulit dijangkau.

“Insyaallah di bulan depan kita bisa capai 20 juta warga untuk kartu sembako."

"Sehingga target 20 juta penerima manfaat bisa tercapai,” jelasnya.

Berkurang

Sebelumnya Juliari mengatakan, program bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek akan diteruskan sampai Desember 2020.

Namun, besaran bansos yang diterima sebelumnya sebesar Rp 600 ribu akan dikurangi menjadi Rp 300 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).

"Jadi Bulan Juli sampai Desember ada 6 tahap penyaluran."

"Setiap bulannya adalah Rp 300 ribu per KPM," terang Juliari.

Juliari pun menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk menentukan penerima manfaat tersebut.

Pemda harus segera menyerahkan data KPM kepada pemerintah pusat untuk didata secara detail.

Sehingga, bansos tersebut tetap sasaran dan bisa dirasakan oleh masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

"Kami kembali lagi berikan kewenangan kepada daerah untuk berikan data," cetusnya