Situs PPDB Jabar Sulit Diakses

Iklan Semua Halaman

Loading...

Situs PPDB Jabar Sulit Diakses

Redaksi
Tuesday, June 9, 2020
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memulai penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK dan SLB tahun ajaran 2020/ 2020 yang dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 8 Juni hingga 12 Juni dan 25 Juni hingga 1 Juli 2020. Tahun ini seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring atau online (kecuali SLB), dengan mengakses situs resmi ppdb.disdik.jabarprov.go.id.(09/6).

Namun, pada hari pertama, Senin (8/6), hingga siang, situs resmi PPDB Pemprov Jabar sulit diakses oleh masyarakat. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku telah mendapatkan laporan bahwa PPDB hari pertama ini masih ditemui kendala. Ia mengungkapkan, hal itu karena server atau peladen Disdik Jabar belum maksimal.

"Tadi laporan disampaikan ke kadisdik monitor, sekda juga. Karena hari pertama, akses jadi digital belum siap. Itu yang akan kita perbaiki," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat konferensi pers di Gedung Sate, Senin (8/6).

Sebelumnya, menurut Ketua Panitia PPDB SMA/SMK/SLB Provinsi Jabar, Yesa Sarwedi, pihaknya telah menyiapkan berbagai hal untuk menunjang PPDB 2020. Salah satunya memperkuat jaringan teknologi informasi (TI) yang selama ini sering menjadi pemicu persoalan.

"Kami sudah meningkatkan bandwidth server kami, dedicated 1 gbps," ujar Yesa kepada wartawan di Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Senin (8/6). 

Menurut Yesa, peningkatan akses internet ini sangat penting karena proses PPDB SMA/SMK tahun ini sepenuhnya dilakukan secara daring. Dengan kesiapan TI seperti ini, ia meyakini proses PPDB berjalan lancar, khususnya saat siswa mengunduh dan mengunggah berkas-berkas persyaratan. Hal ini terbukti dengan telah masuknya data pendaftaran dari 578.223 calon siswa baru atau setara dengan 83 persen lulusan SMP di Jawa Barat.

"Insya Allah sistem server PPDB SMA/SMK dan SLB Jawa Barat bisa optimal mengolah dan memproses data calon siswa yang masuk," katanya.

Adapun jumlah kursi/kuota yang tersedia untuk SMA, menrut dia, sebanyak 164.407, sementara untuk SMK sebanyak 118.374. Siswa atau orang tua/wali yang mengalami kendala akses internet atau sarana pendukung daring lainnya bisa menghubungi sekolah asal (SMP) agar proses pendaftarannya dapat dibantu.

Selain itu, dia mengatakan, yang bersangkutan bisa langsung mendatangi sekolah yang dituju (SMA/SMK) atau cabang dinas pendidikan di wilayah masing-masing melalui kanal atau nomor kontak yang telah ditetapkan. "Tetapi, tidak ada penyerahan fisik dokumen persyaratan karena semuanya dilakukan secara daring," katanya.