Notification

×


Iklan

KPK Tangkap Bupati Disalah Satu Hotel Mewah

Friday, July 03, 2020 | 18:38 WIB Last Updated 2020-07-03T11:38:01Z

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kutai Timur Ismunandar bersama istrinya di salah satu hotel mewah di Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

“Kami mengamankan bupati bersama istrinya dan Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) di sebuah hotel Jakarta,” ujarnya kepada wartawan.

Sebelumnya tim gabungan penyelidik dan penyidik KPK juga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di beberapa lokasi di Provinsi Kalimantan Timur kemarin malam. Dan salah satu target penangkapan adalah Bupati Kutai Timur tersebut.

Penangkapan Ismunandar dilakukan karena ada dugaan penyuapan pengadaan barang dan jasa. Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan, para pelaku korupsi menerima hadiah atau janji pengadaan barang dan jasa di kabupaten di Wilayah Kalimantan Timur.

Belum ada penjelasan detil soal jumlah, atau kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut. Lembaga anti rasuah itu masih mengumpulkan berkas-berkas untuk keterangannya yang lebih lengkap. Lalu seperti apa sosok Ismunandar?

Setelah kabar tersebut beredar, sosok Bupati Kutai Timur itu menjadi sorotan tak terkecuali harta kekayaan dan koleksi kendaraannya. Menurut data yang dikantongi KPK, Ismunandar cukup terbilang rajin melaporkan harta kekayaannya.

Namun jika melihat grafiknya, setiap tahun kekayaan yang dimiliki nilainya meningkat cukup drastis. Di mulai dari 24 Juli 2015, saat dirinya masih menjadi Sekretaris Daerah dan mencalonkan menjadi Bupati Kutai Timur harta yang dimilikinya hanya Rp304 juta.

Setelah menjadi Bupati, pada Desember 2017 kekayaannya meningkat drastis menjadi Rp1,141 miliar, di mana ada penambahan 5 bidang tanah dan bangunan, serta kas dan setara kas. Kemudian memasuki 2018 hartanya melonjak menjadi Rp2,700 miliar.

Lalu laporan terakhir di akhir 2019 kekayaannya bertambah menjadi Rp3,148 miliar. Dari angka tersebut tanah dan bangunan penyumbang tersebar dengan nilai Rp2,934 miliar. Yang bikin melongo jika melihat laporan alat transportasi dan mesin atau kendaraan yang dimilikinya.

Pasalnya sejak 2015 hingga tahun lalu, kendaraan yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hanya satu unit mobil, yakni Suzuki dengan kde SB416 lansiran 1997 seharga Rp40 juta. Memang tidak dijelaskan detil soal tipe dari mobil tersebut.

×
Berita Terbaru Update