Notification

×

Iklan

Pilkada Serentak 2020 Terancam Ditunda Lagi , Ini Perkaranya

Thursday, July 16, 2020 | 02:29 WIB Last Updated 2020-07-15T19:29:30Z

Jumlah kasus Covid-19 di berbagai daerah terus melambung. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 80.094 orang. Ditemukan sebanyak 1.522 kasus terkonfirmasi dari 24.871 spesimen yang diperiksa pada hari ini, Rabu (15/7/2020).

“Total yang sudah kita periksa akumulasinya adalah 1.122.339 spesimen. Dari pemeriksaan ini kita dapatkan kasus konfirmasi positif Covid-19 tambahan yang kita dapatkan adalah 1.522 orang. Sehingga totalnya saat ini menjadi 80.094 orang,” kata Yurianto.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh pada hari ini mencapai 1.414 orang sehingga total akumulasi kasus sembuh hingga hari ini sebanyak 39.050 orang. Kasus meninggal dilaporkan sebanyak 87 orang dan menjadikan total 3.797 orang meninggal karena Covid-19.

Sedangkan, sebanyak 47.859 suspek masih dalam pemantauan dan pengawasan secara ketat hingga hari ini.

Pilkada Diundur Lagi?

Makin meroketnya kasus positif Covid-19 membuat Mendagri Tito Karnavian buka suara soal kemungkinan Pilkada 2020 ditunda lagi. Dalam rapat paripurna di DPR RI, Tito mengatakan pilkada serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Namun, wacana pilkada bisa diundur lagi jika kondisi kedaruratan bencana virus corona belum selesai.

"KPU, pemerintah, dan DPR telah sepakat pilkada yang sebelumnya September 2020 ditunda dan dijadwalkan dilaksanakan Desember 2020," kata Tito Karnavian di Gedung DPR, Senayan, Selasa (14/7).

"Namun, apabila pada saat pemilihan (9 Desember) kondisi kedaruratan bencana wabah Covid-19 masih belum selesai atau meningkat, pilkada dapat dijadwalkan kembali atas persetujuan pemerintah, KPU dan DPR," imbuh dia.

Sedangkan, untuk persiapan Pilkada 9 Desember 2020, Tito mengatakan pemerintah, KPU, dan komisi II DPR telah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat yang dituangkan dalam PKPU 6/2020.

"Dalam proses pembahasan RUU penyelenggara KPU bersama pemerintah komisi II dan atas partisipasi seluruh pemangku kepentingan, telah menyiapkan aturan teknis penundaan tahapan Pilkada dan pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan," ucapnya.

Mantan Kapolri itu pun berharap nantinya pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi akan tetap berjalan secara demokratis. Selain itu, Pilkada juga diharapkan menghasilkan pemimpin daerah yang mampu menangani virus corona di wilayahnya.

"Harapan kita bersama hak rakyat untuk dipilih dan memilih dapat terlaksana secara demokratis, jujur, adil, aman dan lancar. Pilkada dapat melahirkan kepala daerah yang definitif, yang berkualitas, berintegritas dan memiliki legitimasi kuat," tuturnya.***

×
Berita Terbaru Update