Notification

×

Iklan

Kades Cikande Masih "Gregetan" Soal BST Pertanian

Tuesday, September 08, 2020 | 10:31 WIB Last Updated 2020-09-08T03:31:50Z
Dari 1.100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Pertanian di Kecamatan Cilebar, Desa Cikande hanya terjatah 4 orang. Hal itu, masih membuat Kepala Desanya "gregetan" karena merasa jauh dari rasa keadilan bagi masyarakatnya yang 95 persen merupakan petani. 

"Warga kami 95 persen petani, tapi yang dapat cuma 4 orang. Sementara yang dapat kadang-kadang di luar desa itu, adalah ada keluarga-keluarga THL, orang-orang mampu. Ini bagaimana? " tanya Kades Cikande R Ombi di sela Minggon Kecamatan di Desa Sukaratu Selasa (8/9).

Lebih jauh ia menilai, pertanian sejauh ini tidak menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG), sudah BST tidak jelas, urea juga langka, kelangkaan ini oleh sebab pembatasan, sehingga petani memang di arahkan beli pupuk non subsidi. Pertanyaannya sebut Ombi, petani itu mana mau beli pupuk mahal, dan ia kira sangat jarang. " Sudah BST gak dapat, petani juga di arahkan beli pupuk non subsidi, mereka mana mau ? " Katanya. 

Kades Cikande dan Kepala UPTD Pertanian Cilebar

Menyikapi itu, Kepala UPTD Pertanian Cilebar, Rudi mengatakan, persoalan BST pertanian ini, betul jadi beban moril baginya. Sebab, dari 1.100 penerima di Kecamatan Cilebar, hanya 4 petani saja yang dapat BST pertanian di Desa Cikande. Kemudian data berikutnya turun jadi 1.083, itupun masih ada data penerima yang tak di kenali. Pihaknya, sebut Rudi, tidak bisa berbuat banyak, karena data itu di ajukan normal, namun setelah verifikasi di Kemensos yang turun, ternyata terbatas bahkan tak menentu. Jadi kalau ada kemudian keluarga Kades dan atau keluarga penyuluh yang mendapatkan, itu mungkin beruntung saja dan di luar kendali Dinas, karena jelas-jelas Dinas berharap BST itu, bisa terealisasi sesuai ajuan. Kalau ditanya sampai kapan, pihaknya juga tidak tahu sampai kapan. "Iya betul di Cikande ini dapat 4 orang, data ini di luar kendali pihaknya, karena yang diturunkan dari pusat setelah verifikasi, juga tidak tahu kesiapa saja. Yang jelas semua diajukan jumlahnya setiap desa itu banyak, kita tidak bisa berbuat banyak, " Katanya..(rd)
×
Berita Terbaru Update