Notification

×

Iklan

MPGP Karawang - UNJ Gelar Webinar Sejarah Lokal "Solusi" Belajar di Masa Pandemi

Wednesday, September 16, 2020 | 13:09 WIB Last Updated 2020-09-16T06:11:15Z
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Karawang, dalam giat webinar Sejarah Lokal, Rabu (16/9). Webinar yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan pengabdian Kepada masyarakat ini, merupakan bentuk kerjasama kelembagaan untuk meningkatkan potensi kualitas pembelajaran sejarah di sekolah.
MPGP Karawang - UNJ Gelar Webinar Sejarah Lokal "Solusi" Belajar di Masa Pandemi


Dalam sambutannya, Koordinator kegiatan, Drs. Abrar, M. Hum menyampaikan rasa terima kasih kepada MGMP sejarah Karawang yang memberikan kesempatan kesekian kalinya dalam kegiatan P2M ini. "Terimakasih sudah berikan kesempatan dalam giat P2M ini, " Katanya.

Sementara itu, Drs. Agus Setiawan, M. Pd sebagai pembina MGMP Sejarah Kabupaten Karawang menyampaikan bahwa besar harapan, ditahun depan guru-guru sejarah karawang bisa bersama-sama menghasilkan sejarah lokal Karawang sebagai kado ulang tahun Karawang ke 387 Masehi. Agus juga berharap bahwa kerjasama dapat dilanjutkan. "Sehingga pendampingan Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ terhadap guru - guru Sejarah di Karawang ini merupakan kegiatan berkesinambungan," Ujarnya.

Dalam sambutannya, Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah, Humaidi, M. Hum menyampaikan bahwa pembelajaran sejarah lokal merupakan hal yang penting. Di era pandemi ini, belajar sejarah di rumah dapat dijadikan sebagai sebuah praktek mencari informasi sejarah lokal. Siswa, sebutnya, dapat melakukan wawancara dengan orangtua, kakek atau saudaranya mengenai asal muasal keluarga dan lingkungannya. "sehabis pandemi, maka kita akan mendapatkan sumber lisan yang melimpah", ujarnya.

Dalam paparannya, Dr. Umasih, M. Hum menyampaikan, bahwa pembelajaran sejarah lokal dapat disisipkan dalam pembelajaran sejarah indonesia sesuai dengan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum. Dalam indikator sebutnya, bisa diletakkan sejarah lokal sesuai timelinenya dan ini akan memberikan ikatan emosional kepada siswa. Lewat pembelajaran tersebut, sambungnya, siswa dapat mengenali identitas kelokalan dan memperkuat nasionalisme. Namun demikian, sumber atau cerita yang bersifat mistis perlu diperhatikan dan dipersandingkan dengan sumber lain, misalnya dokumen atau arsip, sehingga lebih dapat dipertanggungjawabkan secara metodologi. "biasanya yang begitu-begitu, hanya sebagai cerita saja", ujarnya. 

Adapun pembicara kedua, Drs. M. Fakhruddin, M. Si, memaparkan mengenai strategi integrasi materi sejarah lokal pada pembelajaran sejarah Indonesia. Sangat sulit bagi pelajar di Papua jika hanya membayangkan sejarah yang ada di Jawa, tetapi menjelaskan lewat materi sejarah lokal sebagai bagian integratif pembelajaran sangat penting. Tinggal mencari benang merah antara kaitan lokal dengan nasional. inilah yang membuat kebanggaan nasional secara emosional dan bersifat kolektif. Lewat empati terhadap sejarah lingkungan terdekat dan penggalian kearifan lokal, maka sebutnya, pembelajaran sejarah akan memperkuat identitas lokal sebagai bagian sejarah nasional yang bersifat integral. "Toponimi dapat dikembangkan sebagai bagian dari proses pembelajaran sejarah lokal dan membangun keterikatan secara emosional dengan lingkungannya", ujar Fakhruddin. 

Drs Ateng Rasihuddin, M. Pd, Ketua MGMP Kabupaten Karawang, menyatakan harapan agar kegiatan ini berlanjut kembali di masa yang akan datang. "Terimakasih bapak/ibu atas partisipasinya di webinar hari ini, semoga kita bisa mengikuti pertemuan Rabu depan, dan yang belum sempat ditunggu, " Pesannya.

Kegiatan P2M ini berlangsung selama 32 jam dalam bentuk workshop yang dimoderatori Firdaus Hadi Santosa, M.pd. Kegiatan ini, berlangsung dua sesi, dimana sesi kedua akan dilangsungkan pada tanggal 23 September 2020. (Rd)
×
Berita Terbaru Update