Notification

×

Iklan


Iklan

KPU Karawang Bakal Jemput Bola " 8 Ribu Warga Di Pilkada 2020 " , Ini Penyebabnya

Wednesday, November 11, 2020 | 13:10 WIB Last Updated 2020-11-11T06:10:41Z

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Jawa Barat, melakukan jemput bola ke rumah-rumah warga yang telah memiliki hak pilih namun belum punya kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Dan saat ini tercatat sebanyak 8 ribu warga Karawang di 30 kecamatan memiliki hak pilih, namun belum punya e-KTP.

KPU Karawang terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menggunakan hak pilih. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Karawang 2020.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam penyelenggaraan pilkada ini. Salah satunya membahas masalah tingkat partisipasi masyarakat. Poin pentingnya, yaitu masih ada warga Karawang yang belum punya e-KTP. Padahal itu salah satu syarat untuk bisa memilih dalam pilkada nanti," kata Ketua KPU Karawang Miftah Farid, Rabu (11/11/2020).

Menurut dia, berdasarkan data KPU Karawang, terdapat sekitar 7 ribu hingga 8 ribu warga Kabupaten Karawang yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Mengingat waktu pemungutan suara sudah mendesak karena Pilkada Karawang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020, KPU bersama unsur Pemkab Karawang, Polres dan Kodim 0604 Karawang akan melakukan jemput bola mendatangi rumah-rumah warga.

"Alhamdulilah, TNI dan Polri siap menerjunkan anggota di tingkat desa (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) bersama aparatur desa melakukan penyisiran ke rumah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Kami juga menerjunkan PPS dan PPK menemui warga dengan tugas sama," ujar dia.

Miftah Farid menuturkan, warga yang belum melakukan perekaman e-KTP mungkin karena alasan kesibukan sehingga belum sempat mendatangi kantor Disdukcapil Karawang.

Seperti petani, mereka lebih penting turun ke sawah dari pagi hingga sore daripada mengurus e-KTP. Begitu juga nelayan pesisir, berangkat melaut sejak subuh hingga sore.

Miftah Farid

"Mungkin itu salah satu alasan kenapa mereka belum melakukan perekaman.Tapi kami akan mencoba melakukan upaya jemput bola mendatangi warga dan mengantarkan ketempat perekaman e-KTP," tutur Miftah.***

X
X