Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkab Karawang dan Dekopinda " Melas Nasib Koperasi Akibat Terdampak Covid-19 "

Tuesday, November 24, 2020 | 15:56 WIB Last Updated 2020-11-24T08:56:52Z
Koperasi di Karawang terancam gulung tikar akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan belum diketahui kapan akan berakhir. Pemkab Karawang bersama Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) tengah mencari solusi untuk membangkitkan lagi kehidupan koperasi yang semakin lesu. Sebanyak 100 koperasi dari berbagai jenis usaha dan tergabung di Dekopinda meminta Pemkab Karawang segera membantu koperasi.

Warman

"Kami sudah melaporkan permasalahan koperasi yang terkena dampak Covid-19 ke Pemkab Karawang agar bisa dicarikan solusinya. Nantinya Pemkab Karawang melalui Dinas Koperasi bersama Dekopinda akan menginventarisir setiap persoalan yang terjadi kemudian dicarikan solusinya. Paling tidak Pemkab sudah merespon positif laporan kami dan akan memberikan bantuan agar koperasi kita bisa bergairah kembali," kata Ketua Dekopinda Karawang, Warman, Selasa (24/11/20).

Menurut Warman, koperasi di Karawang pernah mengalami permasalahan yang sama ketika terjadi krisis tahun 1998 lalu. Namun saat itu, hanya koperasi besar yang terkena dampak, sedangkan sektor UMKM masih dapat berjalan seperti biasa. Bahkan sektor UMKM bisa memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional saat terjadi krisis. Namun saat pandemi Covid-19 saat ini, seluruh koperasi di Karawang ikut terdampak."Jadi Covid-19 ini sudah berdampak bagi seluruh jenis koperasi yang ada di Karawang. Makanya kami meminta pemerintah segera mencari solusi agar koperasi Karawang dapat bangkit lagi," katanya.

Warman mengatakan, salah satu usaha koperasi yang terdampak yaitu koperasi simpan pinjam. Kebanyakan anggota koperasi simpan pinjam mengalami gagal bayar hingga putaran uang tidak dapat berjalan. "Puluhan koperasi yang bergerak dalam simpan pinjam mengeluh karena anggotanya gagal bayar atas hutang yang diberikan koperasi. Mereka kesulitan melakukan putaran uang karena piutangnya tidak lancar pembayarannya," katanya.***ts
×
Berita Terbaru Update
CLOSE
CLOSE